Saturday, March 2, 2024
HomeHot NewsRichard Branson Tawarkan Bantuan Untuk Bangun Versi Baru Antonov An-225 Mriya

Richard Branson Tawarkan Bantuan Untuk Bangun Versi Baru Antonov An-225 Mriya

Miliarder asal Inggris pemilik Virgin Group, Sir Richard Branson, pada 29 Juni lalu mengunjungi Ukraina. Dalan kunjungannya, Branson melihat langsung bangkai pesawat angkut kargo terbesar di dunia Antonov An-225 Mriya yang ada di Bandara Hostomel.

Baca juga: [Video] Bangkai Antonov An-225 Mriya Ditarik untuk di-scrap

Sebagai salah orang paling tajir di muka Bumi, Branson menawarkan bantuan untuk membangun versi baru An-225 Mriya. Seperti diketahui, An-225 Mriya punya kapasitas angkut (payload 250 ton), menjadi pesawat yang penting untuk beragam operasi, termasuk operasi kemanusiaan.

Lewat serangan udara, An-225 Mriya mengalami kerusakan berat, setelah hanggarnya terbakar setelah serangan udara Rusia. “Dia (Branson) menyatakan kesiapannya untuk membantu semua orang dengan cara apa pun yang dia bisa, terkejut dengan optimisme kami dan fakta bahwa bahkan di saat-saat sulit seperti itu kami berpikir tentang bagaimana membuat lompatan dalam konstruksi kedirgantaraan,” Davyd Arakhamia, anggota Parlemen Ukraina, menulis dalam sebuah posting Telegram.

Sejauh ini belum ada laporan resmi seberapa hancur pesawat tersebut. Pesawat tersebut diprediksi masih bisa diperbaiki dengan biaya sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp43 triliun selama lima tahun. Sekitar tanggal 24 Februari, Antonov An-225 Mriya sempat dilaporkan hancur. Namun, hal itu cepat-cepat dibantah oleh Dmitry Antonov, kepala pilot Antonov Airlines. Lewat postingan di Facebook pribadinya, ia memastikan pesawat tersebut aman dan tak ada kerusakan apapun Bandara Hostomel atau Gostomel Airport berada di bawah kendali Rusia.

Baca juga: Serba-Serbi Soal Virgin Atlantic, Merek Dagang Milik Sir Richard Branson yang Mendunia!

Pada 27 Februari 2022, Antonov An-225 Mriya dikonfirmasi hancur. Informasi ini diungkap langsung oleh Menteri Luar Negeri Ukraina dan diamini oleh Antonov Airlines selaku pemilik. Meski begitu, Antonov Airlines belum bisa memastikan seberapa hancur pesawat terbesar di dunia tersebut.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru