Ride Sharing Masa Depan Bakal Seperti Layanan dalam Penerbangan

Layanan ride sharing yang bekerja sama dengan Cargo (Mashable)

Apa jadinya jika mobil dan layanan ride sharing dimasa depan menghadirkan layanan seperti dalam penerbangan? Tentunya ini akan memudahkan penumpang atau pengguna untuk mendapatkan sesuatu selama perjalanan mereka baik hiburan maupun kenyamanan.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

Hal ini kemudian dilakukan Cargo dan Vendy yang bekerja sama layanan ride sharing dengan menghadirkan produk cemilan hingga earbud di dalam mobil yang bisa di pesan ketika penumpang berada di dalamnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman mashable.com (19/8/2018), Cargo telah bermitra dengan Uber untuk layanan penjualan dalam ride sharingnya, sama seperti Grab yang beberapa waktu lalu juga bermitra dengan Cargo yang menghadirkan layanan penjualan seperti yang Uber lakukan.

Awal bulan Agustus 2018, Amazone meluncurkan perangkat pengembang untuk Alexa yang terhubung langsung ke sistem infotaiment mobil sehingga perangkat Amazon Echo bisa ada di dalam kendaraan.

“Kita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam mobil, kita makan untuk kenyamanan, hiburan dan produktivitas. Perjalanan mobil menjadi pengalaman bukan hanya sarana mencapai suatu tempat,” ujar Pendiri Cargo, Jeff Cripe.

Cripe juga mengatakan perjalanan menggunakan mobil dengan layanan lainnya akan diminati dan melihat mobil bukan lagi sebagai mobil melainkan sebagai tempat untuk menyelesaikan pekerjaan, tidur sejenak hingga menonton serial televisi terbaru. Ini seperti mendapatkan pengalaman dalam penerbangan yang mendapatkan hiburan, koneksi internet, makanan, bantal selimut dan lainnya hanya saja berada di dalam sebuah mobil.

Tak hanya dengan Grab dan Uber, awal tahun ini, ternyata Cargo juga bermitra dengan Snapchat dengan menawarkan lensa Snapchat unik di dalam box penjualannya selain Red Bull dan RXBAR. Adanya kemitraan ini, menunjukkan ponsel dan mobil ride sharing dapat dengan cepat mendapat promosi hingga iklan.

CEO Vendy, Salomon Horowitz yang berasal dari Lyft mengatakan, dirinya melihat layanan ride sharing tengah naik daun sehingga membuka peluang ecommerce, iklan hingga penjualan dengan box di dalamnya.

“Kami menghabiskan lebih banyak waktu di mobil dan kami harus mengandalkan mobil itu sendiri,” jelas Horowitz.

Cripe sendiri menambahkan, mobil kini bisa digunakan sebagai platform iklan besar-besaran, tetapi dengan menaiki mobil juga memberikan orang untuk melakukan tugas lain seperti bekerja dan membaca email. Atau bahkan mobil menjadi ruang untuk memberi tahu asisten digital untuk menyelesaikan berbagai hal.

Shell dan General Motors baru-baru ini juga mengumumkan kemitraan untuk membayar bahan bakar kendaraan langsung dari Chevy, Buicks, GMC dan layar infotainment Cadillac yang terpasang di dashboard mobil. Kode tiga digit pada layar akan mengaktifkan pompa tertentu dan kemudian pengguna mobil dapat mulai mengisi.

Baca juga: Podcars, Ide Kendaraan Masa Depan Yang Diambil dari Imajinasi Masa Lalu

Pembayarannya pun melalui aplikasi dimana sudah ada data terkait kartu kredit yang dimiliki penguna. Karena mobil diproduksi untuk realitas yang lebih terhubung, membayar apa saja dan segalanya bisa terjadi tanpa mengeluarkan dompet Anda bahkan tak perlu lagi keluar dari tempat duduk.

Kedepannya mobil telah menjadi dan akan terus berubah menjadi, ruang di mana Anda dapat bersantai, berbelanja, mengirim beberapa email, menonton TV hingga apa pun selain berkendara.