Rindu Santapan ala Kabin, Maskapai ini Tawarkan Sensasi In-Flight Meals untuk Korban Lockdown

0
Ilustrasi in-flight meal. Sumber: istimewa

Ural Airlines, maskapai asal Rusia ini meluncurkan layanan baru berupa jasa pengiriman in-flight meals ke rumah. Hal tersebut dilakukan Ural Airlines bagi mereka yang sudah bosan dan lelah dengan semua makanan yang dimasak di rumah karena harus tinggal di rumah, setelah Rusia mengambil tindakan lockdown atau penguncian.

Baca juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung

Dilansir KabarPenumpang.com dari themoscowtimes.com (30/4/2020), warga kota Moskow, St. Petersburg dan kota asal Ural Airlines di Yekaterinburg akan dapat menikmati cita rasa dari santapan penerbangan maskapai ini yang langsung diantar ke rumah pelanggan masing-masing.

“Semuanya makanan yang diantar sama seperti di pesawat. Hanya tidak ada tampilan jendela pesawat,” kata Ural Airlines.

Layanan antar makanan secara online ini menawarkan makanan pesawat yang otentik dengan pilihan menu daging sapi, ayam, dan ikan, baik untuk kelas bisnis maupun ekonomi. Bahkan pilihan jus juga tersedia sesuai dengan pesanan pelanggan.

Harga makanan yang dijual oleh Ural Airlines sekitar 550 rubbel atau Rp111 ribu hingga 1700 rubbel atau Rp343 ribu. Situs web Ural Airlines menuliskan bahwa makanan yang disiapkan menggunakan bahan-bahan segar sesuai dengan prosedur katering di pesawat segera sebelum pengiriman.

“Lima persen dari setiap pembelian akan dikreditkan ke kartu loyalitas maskapai pembeli,” ujar maskapai tersebut.

Ural Airlines, yang baru-baru ini dimasukkan dalam daftar perusahaan “tulang punggung” pemerintah selama krisis virus corona, telah terpukul keras oleh pandemi ini. Maskapai tersebut melaporkan penurunan 25 persen lalu lintas penumpang bila dibandingkan antara Maret 2019 lalu dengan Maret 2020 saat ini.

Penutupan perbatasan global dan pembatasan perjalanan yang ditujukan untuk memperlambat penyebaran virus corona telah memaksa maskapai penerbangan Rusia mendaratkan armada internasional mereka. Selain itu hanya sejumlah kecil penerbangan yang memungkinkan Rusia di negara lain untuk pulang.

Krisis ini juga menghantam lalu lintas udara domestik, dengan banyak warga Rusia yang tinggal di rumah dan menunda rencana perjalanan karena pesanan tinggal di rumah secara nasional. Menurut Badan Transportasi Udara Federal, Rosaviatsiya, hampir setiap hub udara utama di seluruh Rusia telah mengalami penurunan lalu lintas penumpang yang signifikan selama sebulan terakhir.

Baca juga: Cegah Virus Corona di Kabin, Inilah Sejumlah Langkah yang Dilakukan Maskapai Penerbangan

“Perusahaan penerbangan Rusia dapat kehilangan lebih dari 100 miliar rubel (US$1,3 miliar) pada akhir tahun jika situasinya tidak membaik,” kata Rosaviatsiya.

 

Leave a Reply