Rolling Stock Selesai 2 Bulan Sebelum Target, Ini Dia 5 Fakta Unik LRT Jakarta

LRT Jakarta. Sumber: Detik.com

Nama Light Rapid Transit (LRT) Jakarta kini tengah menjadi topik hangat perbincangan masyarakat Indonesia. Pasalnya, moda berbasis massal ini kiranya pada tanggal 10 Agustus mendatang akan mulai beroperasi mengangkut penumpang dari Kelapa Gading menuju Velodrome Rawamangun PP. Tidak hanya yang ada di Jakarta, LRT Palembang pun tidak lepas dari sorotan publik Indonesia.

Baca Juga: Hitung Mundur, LRT Jakarta Optimis Bisa Beroperasi Saat Asian Games 2018

Lalu, apa saja sih fakta-fakta unik di balik kedua moda transportasi baru di Bumi Pertiwi ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun fakta-fakta tersebut, dihimpun dari sejumlah laman sumber.

Produksi Rolling Stock Tercepat
Berbeda dengan LRT Palembang yang lebih memilih produk buatan PT INKA di Madiun, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menunjuk Hyundai Rotem sebagai pemenang tender P103 pengadaan rolling stock. Dari keseluruhan 16 kereta yang dipesan PT Jakpro, pihak Hyundai Rotem hanya membutuhkan waktu sekitar 13 bulan untuk menyelesaikan semua pesanannya tersebut – Dua bulan lebih cepat dari tenggat waktu 15 bulan yang ditetapkan PT Jakpro.

Proyek Puluhan Triliun Rupiah
Jika ditotal, proyek pengadaan LRT di Palembang dan Jakarta menghabiskan dana sekitar Rp35 triliun, dengan rincian Rp12 triliun untuk yang di Palembang dan Rp23 triliun sisanya untuk LRT Jakarta. Semua dana itu sudah all-in, artinya sudah termasuk pembangunan infrastruktur, seperti depo, stasiun, rel dan juga rangkaian keretanya sendiri.

Untuk ke-16 armada LRT Jakarta yang dipesan dari Hyundai Rotem, Indonesia harus merogoh kocek kurang lebih sekitar US$320 juta atau yang setara dengan Rp4,6 triliun. Berarti, satu kereta dibanderol dengan harga Rp289 miliar. Jika sudah beroperasi kelak, diharapkan kepada setiap penumpang untuk berperan langsung menjaga kebersihan dan keutuhan armada LRT ya, jangan biarkan tangan-tangan jahil merusak sarana transportasi baru di Jakarta ini!

Jawaban dari Kemacetan Lalu Lintas
Berbeda dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang tengah digodog oleh PT MRTJ, hampir semua jalur LRT Jakarta berada di atas tiang tinggi (elevated). Pembangunannya yang berada di atas tanah ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengurangi banyaknya perlintasan kereta api yang kerap kali menjadi sumber kemacetan di sejumlah titik di Ibu Kota.

Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

Armada yang Modern nan Kental akan Nuansa Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Dalam Rangkaian LRT Jakarta. Sumber: Tempo


Kesan pertama yang muncul ketika melihat interior dari armada LRT Jakarta adalah minimalis, modern, dan Indonesia banget! Pasalnya, desain modern yang mirip dengan kereta-kereta di Jepang, Singapura, dan Eropa ini dipadupadankan dengan dominasi warna merah putih yang menghiasi interior kereta. Penggunaan kursi berbahan stainless steel juga menambah kesan elegan dari armada LRT Jakarta.

Daya Tampung
Kendati tidak bisa sebanyak Commuter Line Jabodetabek dan MRT Jakarta dalam urusan angkut mengangkut penumpang, namun LRT Jakarta tidak lantas dipandang sebelah mata begitu saja. Dengan ketersediaan 40 bangku di setiap gerbongnya, PT Jakpro sendiri memproyeksikan LRT Jakarta mampu mengangkut sekitar 270 penumpang sekaligus dalam sekali perjalanan – sudah termasuk penumpang yang berdiri lho ya!