Rolls-Royce dan Finferries Hadirkan Falco, Kapal Ferry dengan Kendali Otonom

Kapal ferry otonom milik Falcon (The Engineer)

Kendaraan otonom atau tanpa pengemudi biasanya digunakan bus, mobil atau kereta. Namun bagaimana jika ini sebuah kapal ferry yang melaju di atas air untuk menyeberangkan penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain tanpa pengemudi?

Baca juga: Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theengineer.co.uk (3/12/2018), kapal ferry otonom tersebut adalah Falco, yang merupakan kapal milik Finferries, operator kapal ferry milik Pemerintah Finlandia, yang dalam proyek ini bekerjasama dengan Roll-Royce. Dengan teknologi Intelijen Rolls-Royce Ship, kapal ferry tersebut dapat mendeteksi objek dengan menggunakan sensor fusi dan kecerdasan buatan serta menghindai tabrakan.

Dengan teknologi ini juga memungkinkan kapal untuk mengubah jalur secara otomatis dan mengurangi kecepatan saat mendekati dermaga. Menurut Rolls-Royce, kapal milik Falco dilengkapi dengan sensor canggih yang memungkinnya untuk membuat gambaran rinci lingkungan sekitarnya secara real time. Gambaran itu merupakan kesadaran situasional yang dibuat dengan menggunakan data sensor, kemudian disampaikan ke pusat operasi jarak jauh Finferries di darat yang berjarak 50 km di pusat kota Turku.

Pusat operasi tersebut membuat seorang kapten kapal bisa memonitor operasi otonom dan mengendalikan kapal jika diperlukan.

Awal tahun ini Rolls-Royce dan Finferries juga mulai berkolaborasi dalam SVAN (Safer Vessel dengan Autonomous Navigation), untuk terus menerapkan temuan dari proyek penelitian Advanced Autonomous Waterborne Applications (AAWA) sebelumnya, yang didanai oleh Business Finland. Mikael Makinen, Rolls-Royce, presiden Commercial Marine, mengatakan hari ini menandai langkah besar ke depan dalam perjalanan menuju pengiriman otonom dan menegaskan kembali apa yang telah dikatakan selama beberapa tahun, bahwa pengiriman otonom akan terjadi.

“Demonstrasi hari ini membuktikan bahwa kapal otonom bukan hanya sebuah konsep, tetapi sesuatu yang akan mengubah pengiriman seperti yang kita ketahui,” kata Makinen.

Baca juga: Singapura Hadirkan “Kota Mini” dengan Kendaraan Otonom

Mats Rosin, CEO Finferries, menambahkan: “Sebagai pemilik kapal modern, tujuan utama kami dalam kerja sama ini adalah meningkatkan keselamatan lalu lintas laut karena ini bermanfaat baik bagi lingkungan dan penumpang kami. Tetapi kami juga sama bersemangatnya dengan bagaimana demonstrasi ini membuka pintu bagi kemungkinan baru pengiriman dan keamanan otonom. ”

Sebelum dilengkapi teknologi kendali otonom, Falco sudah dioperasikan Finferries pada tahun 1993 dan dilengkapi dengan pendorong azimut kembar dari Rolls-Royce.