Tuesday, March 5, 2024
HomeAnalisa AngkutanRusia "Hengkang" dari Program Sukhoi Superjet 100, Peluang Pemasaran Terbuka untuk Pasar...

Rusia “Hengkang” dari Program Sukhoi Superjet 100, Peluang Pemasaran Terbuka untuk Pasar UEA dan India

Secara teknologi, Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) tak diragukan sebagai salah satu pesawat regional komuter yang canggih dengan teknologi fly by wire. Namun, krisis perang Ukraina – Rusia berdampak buruk bagi pegembangan dan pemasaran SSJ 100, maklum Rusia mendapatkan banyak sanksi yang berimbas pada industri dirgantaranya. Dan belum ada kabar, bahwa terbuka masa depan cerah bagi debut SSJ 100.

Baca juga: Gantikan Michelin, Sukhoi Superjet 100 Bersiap Gunakan Ban Pesawat Produksi Dalam Negeri

United Aircraft Corporation (UAC), perusahaan kedirgantaraan milik Pemerintah Rusia, dikabarkan akan melakukan divestasi dari program Sukhoi Superjet 100 menyusul investasi dari perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Markab Capital.

Menurut SuperJet International, sebuah perusahaan yang berbasis di Italia dan sekarang menjadi anak perusahaan UAC, Markab Capital mengakuisisi 49 persen saham perusahaan Rusia tersebut. Akibatnya, “UAC akan secara efektif keluar dari Program Superjet”, mengakhiri partisipasinya dalam proyek Superjet 100.

SuperJet International didirikan pada tahun 2007 sebagai perusahaan yang memasarkan, menjual, dan memelihara Sukhoi Superjet 100 di pasar barat di Venesia, Italia. Pada awalnya, perusahaan asal Italia tersebut memiliki dua pemegang saham, yakni Sukhoi (51 persen saham) dan perusahaan kedirgantaraan Italia Leonardo (49 persen).

Pada tahun 2016, Leonardo mengurangi kepemilikannya menjadi 10 persen, memberikan sebagian besar sahamnya kepada perusahaan Rusia, yang pada tahun 2022 bergabung ke dalam UAC.

Namun, dengan Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan sanksi selanjutnya dijatuhkan pada negara tersebut, Guardia di Finanza (GdF) Italia membekukan aset SuperJet International terkait dengan 90 persen saham yang dimiliki oleh UAC. GdF membekukan sekitar €150 juta (US$159,2 juta) aset, termasuk lima pesawat pada Mei 2022.

Ke depannya, Markab Capital akan memegang 49 persen saham di SuperJet International, sedangkan firma hukum Italia Studio Guidotti International akan memegang 41 persen saham. Sementara Leonardo akan mempertahankan 10% sahamnya.

Akuisisi dan reformasi struktur kepemilikan saham sedang menunggu persetujuan peraturan dari regulator Italia dan Rusia, yang akan mencairkan aset SuperJet International.

Dengan pemegang saham baru yang bersedia menyuntikkan modal ke dalam program tersebut, perusahaan yang sekarang berkebangsaan Italia ini ingin meluncurkan kembali program Superjet 100, dengan fokus pada pasar UEA dan India.

“Perjanjian ini memiliki nilai yang besar bagi perusahaan kami, karena terputusnya hubungan industrial dan komersial dengan UAC akan membuat perusahaan tidak lagi terbebani oleh batasan-batasan akibat peraturan sanksi yang ditetapkan oleh Uni Eropa (UE),” ujar Camillo Perfido, Chief Executive Officer (CEO) perusahaan Italia.

Secara total, Markab Capital akan menginvestasikan €190 juta (US$202,4) juta, €110 juta (US$117,1 juta) di antaranya akan masuk ke perusahaan Venetian. “Investasi tersebut akan memungkinkan untuk mendukung pengembangan konfigurasi pesawat baru, pembangunan cabang SJI baru di Uni Emirat Arab (UEA), serta pengembangan berkelanjutan pesawat untuk mengatasi persaingan pasar,” kata SuperJet International. dalam sebuah prarilis.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Sukhoi Superjet 100 Terbang Perdana: Jadi Pesawat Komersial Pertama Rusia Pasca Uni Soviet 

SuperJet International memprediksi akan mampu menjual 240 pesawat dalam tiga versi berbeda, yaitu penumpang, jet bisnis, dan kargo, dengan fokus pasar UEA dan India. Program Superjet 100 akan berbasis di Venesia dan UEA.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru