Saat Ada Penumpang Meninggal di Kabin Pesawat? Inilah Prosedur Penanganannya

Apapun bisa terjadi pada pesawat atau penumpang yang tengah terbang menuju suatu tempat. Mungkin bila sakit biasa awak kabin bisa menangani dengan cepat. Namun bagaimana jika seseorang tiba-tiba meninggal dalam sebuah penerbangan dengan ketingian 35 ribu kaki?

Baca juga: Tergelincir di Dalam Toilet, Seorang Penumpang Tuntut Rp2,2 Miliar ke Pihak Jetstar

Hal ini sepertinya tidak pernah dipikirkan dan bertanya-tanya akan diapakan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman goodyfeed.com, ada beberapa fakta yang akan dilakukan awak kabin dalam menangani penumpang yang meninggal dalam pesawat.

1. Tidak diletakkan dalam toilet
Tubuh penumpang yang meninggal tidak bisa dipindahkan ke dalam toilet. Selain sempit, tidak ada pengikat atau sesuatu yang bisa menjaga keamanan jenazah dan bisa terjatuh ke lantai. Awak kabin biasanya akan memindahkan jenazah tersebut ke kursi kosong dan merebahkannya serta menutupnya dengan selimut. Atau bila tidak ada maka akan tetap di tempat serta ditutup selimut. Bahkan bisa dipindahkan ke kabin kelas bisnis atau kelas satu karena penumpang yang sedikit.

Singapore Airlines memiliki lemari penyimpanan jenazah dalam penerbangan jarak jauh mereka. Prioritas utama awak kabin adalah memindahkan jenazah dari pandangan penumpang untuk meminimalisir trauma.

2. Butuh dokter atau petugas medis
Seseorang dalam kondisi pucat, dingin dan tidak responsif belum tentu meninggal. Karena hanya seorang dokter yang bersertifikatlah yang bisa menyatakan seseorang itu meninggal. Biasanya awak kabin bila melihat sesuatu kejadian yang janggal pada penumpang sakit akan bertanya kepada semua penumpang apakah ada dokter untuk melihat penumpang tersebut. Bila dokter tersebut kemudian merasakan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan maka penumpang tersebut akan dinyatakan meninggal.

3. Beritahu pilot
Bila ada seorang penumpang yang meninggal, awak kabin wajib memberitahukan kepada pilot. Jika pilot tidak memeriksa secara pribadi jenazah tersebut dan berbicara kepada keluarga penumpang, maka harus memberitahukan staf darat di bandara tujuan. Ini merupakan prosedur hukum yang mana staf darat akan memberitahu otoritas yakni polisi dan pemeriksa negara serta menyiapkan ambulans atau mobil jenazah ketika pesawat sudah mendarat.

Baca juga: Selundupkan Kokain di Dalam Perut, Penumpang Asal Jepang Meregang Nyawa di Ketinggian

4. Interogasi
Pesawat mendarat bukan langsung selesai masalah penumpang yang meninggal. otoritas terkait seperti polisi akan datang untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa penumpang yang duduk dekat penumpang dan awak kabin bisa diwawancarai untuk mendapat keterangan pasti. Jika tidak ada hal yang dicurigai, jenazah akan dikeluarkan dari pesawat terlebih dahulu sebelum penumpang dan awak lainnya turun dari pesawat.