Saingi Dubai, Singapura Akan Hadirkan Taksi Udara

Sumber: dc-cdn.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com

Selama ini, Anda mungkin bepergian menggunakan moda udara seperti pesawat hanya untuk perjalanan jarak jauh saja, seperti keluar kota dan keluar negeri. Namun dalam waktu dekat, warga Singapura akan lebih sering menggunakan moda udara karena akan meluncurkan salah satu sarana transportasi terbarunya, yaitu taksi udara tanpa awak. Taksi ini sebelumnya telah terlebih dahulu direncanakan oleh pemerintah Dubai untuk mengikuti perkembangan jaman di dunia transportasi.

Seperti yang dikutip New York Post dari Singapore Business Times pada Senin (26/3/2017) lalu, Menteri Transportasi Singapura bahkan sudah melakukan negoisasi dengan perusahaan teknologi, untuk mulai melakukan uji coba taksi udara ini. Tahap uji coba nantinya akan menitik beratkan pada mengambil dan mengantarkan penumpang sesuai dengan tujuannya.

Sistem pemesanan yang nantinya akan diterapkan oleh taksi udara mengadaptasi dari sistem transportasi online yang saat ini sedang marak, seperti GoJek, Grab, dan Uber, yaitu menggunakan pemesanan via online. Dengan kata lain, penumpang tidak harus bersusah payah untuk mencari lokasi dimana taksi udara ini “mangkal”, cukup memesannya dari smart phone, lalu taksi futuristik ini akan datang menjemput Anda.

Ada beberapa pertimbangan dari pemerintah Singapura untuk merealisasikan mimpi dari masyarakatnya yang menginginkan sebuah terobosan anyar dalam dunia transportasinya, salah satunya adalah pertimbangan soal pemilihan drone. Tercatat, ada beberapa perusahaan yang menjadi pertimbangan, yaitu Hoversurf Scorpion buatan perusahaan startup asal Rusia, Volocopter V200 dari Jerman, dan Ehang 184 dari China. Sementara itu, Dubai telah memilih Ehang 184 sebagai taksi terbang yang rencananya akan mulai beroperasi pada musim panas tahun ini.

Walaupun resiko yang berhubungan dengan keselamatan penumpang akan selalu muncul dari berbagai jenis moda, namun ketiga moda udara di atas memiliki kelebihan tersendiri untuk meyakinkan para kostumernya untuk menggunakan produk mereka. Sebut saja Ehang 184, moda ini akan segera mendarat di tempat yang memungkinkan apabila ada kesalahan yang terdeteksi oleh sistem keamanan dan keselamatan. Begitu pula dengan Volocopter V200 dan Hoversurf Scorpion, produsen moda ini sudah merancang sedemikian rupa sehingga keselamatan para penumpangnya amatlah diutamakan. Rata-rata, drone ini hanya mampu mengangkut 1 penumpang dengan bobot maksimal hingga 100 kg.

Sekretaris Kementerian Transportasi Singapura, Pang Kin Keong mengutarakan bahwa masyarakat Singapura akan memiliki banyak pilihan sarana transportasi hingga 2030 mendatang. Rencananya, bus otonomos juga akan didatangkan sebagai salah satu moda transportasi umum di Singapura. Bus ini dapat mengubah jalurnya sendiri sesuai dengan keinginan penumpang. “Pada tahun 2030, transportasi udara juga akan menjadi sarana mobilitas perkotaan,” Ujar Pang seperti yang dikutip dari Kompas.com, Senin (27/3/2017).