Saudia vs Etihad, Siapa Juara di Kelas Ekonomi?

0
Chris Loh/Simple Flying

Memilih maskapai penerbangan asal Timur Tengah, saat ini trennya cenderung mengerucut kepada The Three Mega Carrier, yakni Emirates, Qatar, dan Etihad. Padahal, di beberapa negara lainnya, terdapat beberapa maskapai yang patut diperhitungkan. Salah satunya adalah Saudia Airlines.

Baca juga: Etihad Kerja Sama dengan Bandara Abu Dhabi Hadirkan Kursi Roda Otomatis

Dikutip dari laman simpleflying.com, Chris Loh, jurnalis di media yang berbasis di London tersebut akan coba mengulas serta membandingkan pengalaman terakhir yang dimilikinya di kedua maskapai. Yang pertama adalah layanan Singapura ke Jeddah dengan Saudia dan yang kedua adalah penerbangan Abu Dhabi ke Roma dengan Etihad. Dilihat dari rute, tentu saja kedua penerbangan tersebut tergolong dalam jarak jauh – meskipun penerbangan Saudia mencatat waktu hampir dua jam lebih lama.

Kedua penerbangan menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner dan sebagaimana diungkapkan sebelumnya, perbandingannya terbatas hanya pada kelas ekonomi. Namun, sebelum jauh membahas soal perbandingan keduanya, ia merasa bahwa Etihad menempatkannya pada kursi yang lebih baik dari kelas ekonomi biasa.

Tempat duduk
Menurut jurnalis asal Kanada itu, jenis kursi yang ditawarkan oleh kedua maskapai ini mungkin lebih cenderung ke preferensi pribadi. Untuk Saudia, para tamu memiliki permukaan kulit krem yang halus dan nyaman menemani selama di pesawat mengudara. Kursi-kursi memiliki sandaran kepala yang bisa disesuaikan dengan ‘sayap’ samping yang terlipat agar kepala tidak terguling ke kanan dan ke kiri.

Etihad, di sisi lain, memiliki kain-kain untuk sarung joknya. Pengalaman ekonomi Etihad juga memiliki salah satu sandaran kepala yang lebih menarik yang ia temui dari ratusan penerbangan yang pernah dialaminya. Setiap sandaran kepala, kursi ekonomi memiliki ‘sayap’ yang kokoh, dan menonjol di satu sisi. Sangat nyaman untuk dibuat bersandar selama berjam-jam.

Dalam urusan tampilan dan nuansa tempat duduk, Saudia – rasanya jauh lebih ‘bersih’ dan sedikit lebih ‘berkelas’. Ide sayap sisi besar Etihad di sandaran kepalanya sebetulnya sangat bagus. Pasalnya, ia telah melihat terlalu banyak penumpang yang kesulitan tidur karena kepalanya tidak memiliki penjagaan yang memadai di kedua sisinya.

Sayangnya, perbandingan dalam hal tempak duduk ini kurang begitu fair. Sebab, ia ditempatkan di kelas ekonomi Etihad yang tak ‘biasa’. Dibanding Saudia, Etihad memiliki jarak 3-4 inci lebih tinggi. Meskipun demikian, leg room atau ruang kaki Saudia tak terlalu buruk untuk ukuran ekonomi.

Dari segi fasilitas, masih dalam kaitannya dengan tempat duduk, baik Etihad maupun Saudia, keduanya menawarkan soket listrik di samping soket USB. Saudia ada di bawah kursi sementara Etihad ada di kursi belakang (di depan penumpang). Dari sisi kemudahan, lokasi plug Saudia lebih sulit diakses sebab mengharuskan penumpang beranjak dari kursi. Adapun bantal, kedua maskapai tersebut sama-sama menyediakan selimut dan bantal yang nyaman untuk penerbangan.

Hiburan dalam pesawat dan WiFi
Dalam urusan hiburan dalam pesawat atau In-flight entertainment (IFE), Saudia tampil dengan beberapa wajah baru. Terdapat beberapa fitur yang cukup mengesankan. Penumpang dapat menggunakan layar untuk memilih kapan pramugari harus membangunkan untuk layanan makanan dan kapan mereka harus meninggalkannya sendirian.

Sayangnya, Chris tidak dapat mencoba layanan ini. Kala itu, ia cukup sadar bahwa awak kabin memiliki kesibukan lain hingga ia enggan untuk mencobanya. IFE Saudia yang lebih baru juga memiliki sistem pengiriman pesan sehingga penumpang dapat mengirim pesan ke orang-orang di kursi lain, khususnya bagi pasangan yang tidak mendapatkan kursi berdampingan.

Etihad tentu tak mau kalah. Mereka memiliki fitur ‘mewah’ berupa remote control yang juga memiliki layar sentuh dengan fleksibilitas tinggi. Ini adalah fitur bagus yang memungkinkan tamu duduk dan mengakses menu sistem hiburan dengan lebih mudah.

Ia (Chris) berpendapat bahwa keduanya memiliki sistem yang cukup bagus. Namun, bila dipaksa untuk memilih, sistem aksesibiltas hiburan dirancang lebih baik pada Etihad. Di Saudia, ada bagian-bagian di pada Audio yang diberi label sangat buruk dan tidak menampilkan artis (hanya nama album).

Untuk WiFi, Saudia lebih unggul karena memiliki opsi pengiriman pesan 10MB gratis. Etihad tidak memiliki yang seperti ini sehingga penumpang harus membayar, bahkan untuk tingkat layanan WiFi paling dasar. Paling tidak, dengan paket gratis Saudia, penumpang dapat mengirim dan menerima beberapa pesan WhatsApp atau Facebook Messenger dan tetap mengikuti beberapa komunikasi dasar.

Makanan (dan minuman)
Layanan makanan dalam pesawat Saudia terasa cukup elegan. Dimulai dengan distribusi menu yang dicetak dengan baik dan kemudian taplak meja (baki). Keduanya menambah sedikit sentuhan kelas pada seluruh pengalaman makan di dalam pesawat. Mungkin perasaan tersebut cenderung tentatif, tetapi menu makanan dijelaskan secara rinci.

Dari segi rasa dan kualitas, pengalaman makan di Saudia adalah yang terbaik. Dalam penerbangan ekonomi A320 dari Milan ke Riyadh, mereka bahkan menawarkan pisang utuh sebagai pilihan makanan ringan yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Untuk Etihad, menu makanan mewahnya tidak termasuk taplak meja yang bagus. Namun, ayam dan sayuran mereka sangat fantastis. Makanan penutup dikemas dengan baik tetapi dan sangat menakjubkan.

Satu hal unik tentang layanan makan malam Etihad adalah bahwa penumpang kini dapat membayar makanan tambahan. Hal Itu diuraikan dalam menu yang ditemukan di saku kursi belakang dan penumpang mendapatkan pengingat ketika sistem hiburan dalam pesawat dinyalakan. Ia pikir ini bagus dalam hal keragaman makanan – dan bagi siapa saja yang mungkin lebih lapar. ia hanya berharap itu tidak memberikan lisensi maskapai untuk mengurangi kualitas atau ukuran penawaran gratis mereka.

Untuk minuman, satu hal yang dinikmati dari operator Timur Tengah tersebut adalah mereka melayani lebih dari sekadar jus apel, jeruk, dan jus tomat. Jika ingatannya benar, baik Saudia dan Etihad menyajikan jus mangga dan jambu biji.

Satu perbedaan besar dengan Saudia adalah penerbangannya ‘kering’, artinya tidak ada alkohol yang disajikan (atau bahkan diizinkan) di kabin pesawat. Di sisi lain, Etihad memang menyajikan minuman beralkohol dalam penerbangannya.

Baca juga: Saudia Jadi Yang Pertama Hadirkan Layanan Gratis WhatsApp OnBoard

Komentar terakhir
Pengalaman Chris dengan layanan pramugari di kedua maskapai sangat baik tanpa keluhan. Baik Saudia maupun Etihad, semua awak kabin profesional dan sopan serta menawarkan layanan sambil tersenyum. Satu hal yang masuk ke Saudia adalah layanan handuk panas yang ditawarkan di awal penerbangan. Dan itu menjadi salah satu pembeda serta menjaadi masalah baru untuk Etihad.

Perbandingan ini hanya mencakup pengalaman penerbangan dalam bidang ekonomi dan tidak memperhitungkan jumlah rute atau tujuan yang ditawarkan oleh masing-masing maskapai atau pengalaman di bandara. Semoga, bagaimanapun, jika pembaca sekalian memiliki pilihan antara salah satu dari kedua maskapai ini, artikel ini akan membantu Anda untuk menentukan pilihan. Perjalanan yang menyenangkan!

Leave a Reply