Sebulan Beroperasi Komersial, Rata-Rata Pemumpang MRT Jakarta Per Hari Mencapai 82.615 Orang

MRT Jakarta

Tak terasa, fase komersial MRT Jakarta sudah berlangsung hampir satu bulan sejak layanan berbayar dengan potongan tiket 50 persen diberlakukan per 1 April lalu. Sebagai tahapan besar dalam implementasi layanan publik, PT MRT Jakarta terus melakukan monitoring dan evaluasi pada pergerakan dan tren penumpang. Dan selama periode komersial 2 hingga 28 April, pihak MRT Jakarta memberikan laporan yang cukup menggembirakan.

Baca juga: “Bebas,” Jadi Film Pertama yang Dibuat dengan Latar MRT Jakarta

Dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta yang digelar di Hotel Neo Melawai (29/4), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyebut bahwa rata-rata penumpang per hari MRT Jakarta mencapai angka 82.615 orang. Dengan adanya peningkatan penumpang pada weekend yang mencapai 11 persen dibanding penumpang pada weekdays (hari kerja).

Dalam paparannya, William lebih spesifik menyebut bahwa puncak trafik penumpang terjadi pada Sabtu, 13 April dengan capaian 169 ribu penumpang. Sementara pada hari Pemilu yang berlangsung 17 April lalu, trafik MRT Jakarta terlihat menurun menjadi 80.611. Pihak MRT Jakarta membagi penumpang layanan sebagai pengunjung dan komuter, khususnya komuter adalah penumpang yang menggunakan jasa MRT untuk aktivitas bekerja sehari-hari.

Dan menyambut bulan Mei 2019, PT MRT Jakarta mengusulkan kepada pihak Pemprov DKI untuk terus memperpanjang masa potongan tiket, sembari dilakukan evaluasi pada pricing. Di Mei 2019 yang bertepatan dengan masuknya awal Bulan Suci Ramadhan, MRT Jakarta akan mengoperasikan 16 set kereta pada weekday, dengan rincian 14 set berjalan dan 2 set standby di depo. Sementara pada weekend aka nada 7 set yang berjalan setiap harinya.

Baca juga: Di Hari Perdana Komersial MRT Jakarta, Vending Machine dan Passenger Gate Masih Bermasalah

Dengan menjual ketepatan waktu yang mencapai level 99,8 persen, MRT Jakarta pada Mei 2019 akan menerapkan headway per 5 menit pada jam sibuk (07.00 – 09.00 dan 17.00 – 19.00 WIB) dan headway per 10 menit di luar jam sibuk. Pada weekend headway diberlakukan per 10 menit.

Di bulan Ramadhan, MRT Jakarta memberikan kelonggaran untuk bisa makan dan minum sekedar untuk berbuka puasa, tentunya dengan syarat sisa makanan/minuman harus dibawa dan dibuang setelah keluar dari kereta.