Sejarah PO Santoso, Ternyata Digawangi oleh Seorang Dokter

PO Santoso

Berawal dari sebuah kota di Jawa Tengah, tepatnya di Magelang di tahun 1970-an, sebuah Perusahaan Otobus (PO) dirintis untuk membantu moda transportasi masyarakatnya. Dirintis oleh sepasang suami istri yang berprofesi sebagai dokter, yakni dr. Anwar Sani, PO Santoso memulai meluncurkan busnya di trayek buk ekonomi (bumel) Jogja-Magelang-Semarang dan Gombong-Purworejo-Magelang-Semarang.

Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

Dulunya sebelum besar seperti sekarang, ternyata PO Santoso berawal dari PO Tresno atau milik orang tua dokter tersebut dan diawariskan kepada ketiga anaknya yang terpecah menjadi PO Hidup baru (Kutoarjo-Purworejo), PO Kencana Jaya pool di Kutoarjo dan PO Santoso di Magelang. Namun dua lainnya tak bertahan lama dan PO Santoso masih meluncur di jalan untuk moda transportasi masyarakat Magelang.

Bahkan untuk memperlancar usaha PO Santoso, Anwar Sani rela tidak praktik dan tetap bekonsentrasi di bisnis ini. Tetapi, istrinya masih praktik dan selalu mengutamakan pelayanan kesehatan pada keluarga karyawannya. Kini PO Santoso diwariskan ke anaknya setelah beliau wafat.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, PO Santoso memulai trayeknya dengan berbekal armada Mitsubishi Fusi T653 dan Mercedes Benz LP 911 yang menguasai jalur Jogja-Magelang-Semarang, Purwokerto-Magelang-Semarang dan Cilacap-Magelang-Semarang. Kemudian di awal tahun 80an, dengan bertambahnya armada, Anwar Sani lantas membangun garasi yang lebih besar di Kupatan yang merupakan sebuah kampung di ujung kota Magelang.

PO Santosa kemudian mulai fokus menggunakan armada Mercedes Benz seiring datangnya tipe baru MB OF 1112. Akhir tahun yang sama yakni 80-an, PO ini mencoba peruntungan di jalur bus malam dengan trayek ke Jakarta. Langkah imi cukup sukses dengan melayani penumpang di jalur Wonosari-Klaten-Jogja-Jakarta-Merak.

Dulu pada awal berdiri, pool PO Santoso berada di Jalan Ahmad Yani atau Pontjol dan tahun 90-an semua garasi berpidah ke kantor puast jalan Soekarno Hatta. Mencoba peruntungan di bus malam, PO ini menjual ketepatan waktu dan digawangi oleh mekanik serta pengemudi yang handal dan menjadi salah satu PO yang bertahan hingga hampir 50 tahun.

Tak hanya menjadi bus malam AKAP dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), PO ini kemudian merambah layanan pariwisata dan ekspedisi jasa pengiriman barang. Selain mengembangkan bisnisnya, PO Santoso mengembangakan juga jurusannya ke beberapa kota lain seperti Bogor, Bandung, Tangerang, Bekasi dan Surabaya. Bahkan juga merambah hingga beberapa kota di Pulau Sumatera.

Baca juga: Redbus dan PO Sinar Jaya Berkolaborasi di Layanan Jakarta Airport Connexion

Trayek Sumatera dan Jakarta ternyata tak hanya diminati masyarakat Magelang, tetapi imigran dan transmigran di wilayah sekitaran Gunung Kidul dan Klaten pun ikut merasakannya. Maka tak heran bus Santoso yang berangkat dari Wonosari dan Klaten selalu penuh dengan penumpang.