Sejumlah Masalah Hadang Penerapan WiFi Onboard di Kereta? Ini Dia Jawabannya!

Sumber: shutterstock

Kehadiran internet dewasa ini seolah sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang, tidak memandang usia, gender, dan latar belakang mereka. Tidak jarang, orang seakan mati gaya ketika mereka menyadari absennya internet di kehidupan mereka, terutama ketika orang-orang ini tengah dalam suatu perjalanan menggunakan moda transportasi umum. Oleh karenanya, salah satu raksasa transportasi multinasional, Virgin, tengah berusaha untuk memenuhi kebutuhan penumpang tersebut.

Baca juga: Sulitnya Menghadirkan Free WiFi di Atas Kereta, Inilah Alasan PT KAI

Walaupun di beberapa jaringan kereta di Inggris sudah menyediakan layanan onboard WiFi, namun survei kepuasan National Rail Passenger tahun 2017 ini menunjukkan, bahwa hanya 30 persen penumpang kereta di Inggris yang puas dengan pelayanan WiFi onboard. Angka tersebut berada di bawah kepuasan penumpang terhadap fasilitas toilet di kereta. Maka tidak heran jika beberapa operator kereta tengah berusaha untuk meningkatkan pelayanan WiFi onboard tersebut.

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (11/10/2017), pihak Virgin Trains membeberkan isi kontrak waralaba yang mereka jalin dengan Departemen Transportasi pada tahun 2014 silam. “Di rute pantai barat, kontrak waralaba kami mencakup ketentuan untuk meningkatkan server WiFi onboard,” ungkap salah satu juru bicara Virgin. Namun, meningkatkan jaringan WiFi onboard tidaklah semudah meningkatkan jaringan WiFi di rumah.

Kereta yang dilengkapi dengan layanan jaringan WiFi biasanya dilengkapi dengan jalur akses nirkabel untuk menyediakan jangkauan di atas gerbong penumpang. Namun, ini bergantung pada jaringan seluler yang ada, yang lebih mudah tersedia di beberapa daerah daripada jaringan seluler lainnya. Operator jaringan seluler membangun infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dimana permintaan mereka menguat, seperti di kota-kota sibuk atau lokasi perumahan.

Merujuk pada statemen yang ditelurkan oleh Thomas Roberts, wakil presiden senior produk EMEA dan pemasaran untuk pemasok WiFi onboard Icomera, penambahan jaringan WiFi khusus yang dibangun untuk mengisi kesenjangan dalam cakupan sepanjang jalur akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Selain meningkatkan kapasitas secara keseluruhan, penambahan jaringan khusus ini juga memungkinkan eksplorasi model bisnis yang berbeda, membuka lebih banyak bandwidth untuk penumpang,” katanya. Diketahui, penyedia layanan jasa kereta api Amerika, Amtrak memulai rencana penyediaan jaringan nirkabel khusus pada jalur Washington DC ke Boston pada tahun 2016 lalu.

Sebagian besar masalah WiFi terbelit dalam jumlah penumpang yang turut dalam suatu perjalanan dan ingin menyambungkan perangkat mereka ke jaringan yang tersedia. Sistem bekerja, tetapi karena lebih banyak pengguna yang mencoba untuk menyambungkan perangkat mereka ke jaringan WiFi yang ada, maka akan lebih banyak data yang perlu ditransmisikan. Dimana itu akan berdampak pada peningkatan biaya bagi operator kereta api yang membayar layanan WiFi onboard tersebut.

Baca Juga: BEAM: Solusi Penat Saat Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Sadar akan masalah tersebut, pihak Virgin tidak lantas patah arang. Ia tetap mencoba untuk memberikan hiburan bagi para penumpangnya dengan menghadirkan BEAM yang memungkinkan para penumpang menonton film dan acara TV via server onboard. “Layanan ini tidak menggunakan WiFi karena kami telah membuat jaringan di kereta yang langsung menyorot perangkat pribadi Anda,” tutur juru bicara Virgin Trains.

Virgin telah membuat langkah-langkah untuk memungkinkan konsumen mengakses hiburan onboard tanpa bergantung pada jaringan seluler. Dipasang di kereta api tahun lalu, layanan BEAM perusahaan memungkinkan pelanggan menonton film dan acara TV via server onboard. “Layanan ini tidak menggunakan WiFi karena kami telah membuat jaringan di kereta api yang balok langsung ke perangkat pribadi Anda,” kata juru bicara Kereta Api Virgin.

Tampaknya meningkatkan layanan WiFi onboard akan memerlukan peningkatan kolaborasi antara operator kereta api dan penyedia jaringan bergerak untuk mengatasi masalah komersial, dan ini tentu saja bukan hanya masalah teknis semata.