Semakin Terpuruk, Airbus Terima Pembatalan Pesanan A380 dari Qantas Airways

Airbus A380 milik Qantas. Sumber: nytimes.com

Flag carrier Australia, Qantas dikabarkan telah membatalkan delapan pesanan armada Airbus A380 yang telah dipesan pada tahun 2006 silam. Dengan adanya kabar pembatalan pesanan ini, maka hal tersebut semakin menambah ketidakpastian tentang nasib pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak Qantas berdalih akan terlebih dahulu mengoptimalkan 12 armada A380 yang sudah ada, sebelum akhirnya mereka siap untuk mengakomodasi lebih banyak armada super jumbo jet ini.

Baca Juga: Dinilai Kurang Efisien, Akankah Airbus A380 Berjaya 20 Tahun Mendatang?

“Setelah melewati beberapa pertimbangan, pesawat ini (Airbus A380) belum masuk ke dalam rencana penambahan armada dan penambahan relasi penerbangan untuk sementara waktu,” ujar pihak Qantas, dikutip KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (7/2/2019).

Sebagaimana yang sudah diketahui sebelumnya, pihak Airbus sendiri seperti sudah menyerah terhadap masa depan dari mahakarya A380-nya. Di sebuah kesempatan, pihak Airbus mengatakan bahwa mereka siap menghentikan produksi dari pesawat penumpang komersial terbesar ini semisal pelanggan utama mereka, Emirates tidak lagi memesan armada tersebut.

Memang, pada mulanya Airbus A380 hadir sebagai solusi bagi pihak maskapai yang mampu menangkut banyak penumpang namun dengan slot pendaratan yang minim – akan meminimalisir aktifitas pendaratan dan lepas landas di landas pacu. Satu unit armada Airbus A380 sendiri mampu mengangkut lebih dari 500 penumpang.

Namun kini era sudah berubah, dimana pandangan tentang okupansi yang banyak tidak sejalan dengan realita di lapangan, belum lagi biaya perawatan dan ongkos bahan bakar yang lebih tinggi, membuat pihak maskapai mulai membatasi penggunaan armada A380 dan mulai beralih menggunakan pesawat narrow-body yang mampu menjabani tugas yang sama seperti A380 – membuat armada ini semakin terpuruk tergerus ‘hukum alam’.

Baca Juga: Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal

“Kami telah menyetujui amandemen kontrak yang diumumkan oleh pihak Qantas,” ujar Airbus dalam sebuah pernyataan tertulis, Kamis (7/2/2019).

Mundur ke Januari 2018, dimana Kepala Penawaran Operasi Airbus, John Leahy mengatakan bahwa pihak Emirates belum ada menyinggung soal penambahan pesanan dari A380. Ini mengindikasikan bahwa Airbus harus benar-benar mengurungkan niat untuk kembali ‘menyalakan dapur’ dari A380.