Tuesday, April 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanSenjata Makan Tuan, Sanksi Barat ke Rusia Bikin Lessor dan Insurer Barat...

Senjata Makan Tuan, Sanksi Barat ke Rusia Bikin Lessor dan Insurer Barat ‘Ribut’ di Pengadilan

Perusahaan penyewa pesawat atau lessor dan perusahaan asuransi sebagai penanggung (insurer) dilaporkan tengah berkelut di Pengadilan Tinggi London. Keduanya saling mengklaim atas kerugian atas lebih dar 400 pesawat senilai US$10 miliar atau sekitar Rp153 triliun (kurs 15.387) yang ‘dicuri’ Rusia pasca sanksi bertubi-tubi dari Barat. Ini bak senjata makan tuan, dimana sanksi Barat justru membuat repot banyak perusahaan Barat itu sendiri.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Laporan Reuters, salah satu perusahaan leasing pesawat yang menuntut perusahaan penyedia jasa asuransi pesawat adalah AerCap. Lessor terbesar di dunia asal Irlandia itu diketahui telah menggugat dua perusahaan asuransi terkemuka dunia, American International Group (AIG) dan Lloyd (asuransi asal Inggris) ke Pengadilan Tinggi London.

Disebutkan, AerCap terpaksa membawa ini ke meja hijau lantaran pihak tergugat tak menerima klaim kerugian atas pesawat yang hilang dirampas Rusia. Lessor tersebut beranggapan bahwa pesawat sudah masuk dalam kategori hilang akibat risiko perang.

AerCap merasa asuransi yang didaftarkan atas asetnya ialah polis asuransi all-risks, termasuk perang. Sementara kedua perusahaan berkilah bahwa klaim tersebut dapat ditolak lantaran force majeur akibat perang dan merugikan semua pihak.

Dalam gugatannya, AerCap menuntut ganti rugi sebesar US$3,5 miliar atau sekitar Rp53 triliun (kurs 15.387) ke keduanya atas hilangnya 116 pesawat dan 23 mesin pesawat berdasarkan polis asuransi all-risks. Sebagai alternatif, AerCap juga memasukkan poin gugatan sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp18 riliun (kurs 15.387) di bawah war-risks policy.

“Di dunia nyata, tidak terbayangkan bahwa kita tidak pulih di bawah satu (policy),” kata Mark Howard, pengacara AerCap, pada hari pertama sidang pendahuluan Pengadilan Tinggi London.

Selain AerCap, lessor lainnya seperti Dubai Aerospace Enterprise (DAE), Merx Aviation, KDAC Aviation Finance dan Falcon juga menuntut perusahaan asuransi pesawat untuk mengembalikan armada pesawat dan mesin mereka yang disita Rusia.

DAE dan Falcon tercatat menggugat 11 perusahaan asuransi pesawat termasuk Lloyd, AIG, Chubb, dan Swiss Re atas 21 pesawat dan equipment senilai US$900 juta di bawah asuransi all-risks. Alternatif lain, perusahaan menggugat US$800 juta di bawah asuransi war-risks policy.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

Merx mengklaim lebih dari US$255 juta atas dugaan kehilangan enam pesawat, dan mesin. Sementara KDAC menuntut US$21,5 juta atas hilangnya satu pesawat.

Menanggapi sejumlah tuntutan dari banyak lessor, AIG pun buka suara. Melalui pengacaranya, perusahaan seolah menyalahkan lessor atas gagalnya diplomasi untuk mengembalikan pesawat. Disebutkan, CEO DAE sempat diberitahu oleh petinggi maskapai Rusia bahwa mereka tidak diperkenankan mengembalikan pesawat ke lessor dan tidak bekerja sama dengan lessor yang tidak ramah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru