Sepi Penumpang di Masa Pandemi, Bandara Kertajati Sewakan Area untuk Foto Prewedding

0
Bandara Kertajati mulai beropersi 24 Mei 2018

Bandara Kertajati di Majalengka bagaimana kabarnya di masa pandemi ini ya? Pertanyaan ini sepertinya patut untuk ditanyakan, karena bandara besar seperti Soekarno-Hatta pun masih terlihat sepi dan belum seramai sebelum pandemi.

Baca juga: Trayek Tak Tutup, Pengusaha Transportasi di Bandara Kertajati Hanya Merugi

Penasaran bagaimana keadaannya? Ternyata, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati ini super sepi penumpang dan karena hal ini, pengelola sampai melakukan penghematan. Salah satunya adalah mematikan pendingin udara dan lampu saat operasional penerbangan berhenti atau jam operasional berkurang.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata dengan penghematan mematikan listrik dan pendingin udara, bisa menekan biaya hingga Rp700 juta. Nah, bukan hanya itu, Bandara Kertajati juga kini membuka fasilitas untuk siapa saja yang ingin melaksanakan foto prewedding, foto keluarga maupun lainnya.

Program komersial ini dilakukan karena selama pandemi Covid-19 tidak ada aktivitas di bandara yang letaknya di Majalengkan tersebut. Vice President Corporate Secretary Public Comunication PT BIJB, Handika Suryo Syaiful, mengatakan, pihaknya juga gencar pada bisnis lain selain penerbangan.

Dia mengaku sampai saat ini bandara tetap beroperasi dan jadwal penerbangan masih tersedia serta tiket keberangkatan dari Bandara Kertajati pun masih terjual. Menurut Handika, pihaknya gencar pada binsis lain karena beberapa tempat di bandara cukup Instagramable untuk foto ataupun video.

“Selama ini kan ada beberapa bandara suka dipakai tempat foto syuting film atau iklan. Nah kami sedang gencarkan lagi layanan komersialnya. Ini sudah berjalan sejak dulu di BIJB. Untuk spot foto berada di public area bandara sehingga tetap memperhatikan sisi safety dan security bandara serta sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Handika.

Dia menyebutkan layanan komersial ini sudah ada sejak 2018 dan untuk tarif yang dikenakan pada foto prewedding dan syuting mulai dari Rp500 ribu dan ini relatif murah. Handika menambahkan, pihaknya tak menutup kemungkinan sejumlah area komersial di Bandara Kertajati menjadi tempat syuting film.

“Tentu pengajuannya harus dari jauh hari agar kami siapkan alur spot pengambilan gambarnya sesuai permintaan. Kecuali di daerah keamanan terbatas seperti landasan pacu menara ATC itu tidak boleh,” ujar dia.

Handika menyebutkan, sejumlah spot unggulan yang bisa di jadikan tempat pengambilan foto dan video di BIJB Kertajati Majalengka, antara lain area sky net bangunan depan, pengguna bisa mengambil foto dengan latar tulisan Bandara Internasional Kertajati Majalengka. Spot lain yakni di dalam gedung bandara lantai 3. Terdapat dinding dengan latar batik mega mendung hingga ukiran daun jati.

“Spot lain juga bisa menara ATC tapi dari kejauhan dan hanya jadi latar karena menara berada di kawasan terbatas. Jadi terkait foto yang sempat ramai orang foto di salah satu bagian pesawat itu hanya latar saja dan memang bukan kawasan promosi,” katanya.

Tak hanya itu, pada libur panjang kemarin, Bandara Kertajati mengatakan belum banyak penumpang yang memilih ke Bandara padahal airline sudah membuka tiket. Bandara sendiri terus berupaya menjaga kinerja dengan berkoordinasi bersama para pelaku kargo, operator kargo dan travel umroh untuk menerbangkan kargo dan umroh.

Handika menyebutkan, mengenai investasi yang digelontorkan, sama seperti bandara lain pengembalian dana yang didapat dari APBD Jawa Barat dan APBN ini, tidak cepat karena dipengaruhi trafik pengunjung. Namun pihaknya tidak merinci besaran investasi tersebut. Sebagai informasi, Bandara Kertajati termasuk PSN (Program Strategis Nasional), sehingga dalam pembangunannya disokong oleh dana APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat.

“Dalam kajian FS, Bandara Kertajati ini dengan catchment area dengan potensi 6,5 juta penumpang dengan catatan jika tol Cisumdawu sudah beroperasi, sehingga jarak dari Bandara kota di sekitar bandara bisa ditempuh dengan waktu dibawah 90 menit,” sambung dia.

Selama masa pandemi dan sampai akhir tahun ini, PT BIJB telah menetapkan Business Continuity Management (BCM) di antaranya dengan efisiensi biaya operasi di bandara dengan dalam status WFH secara bergiliran. Saat ini juga pihaknya juga sedang melakukan finalisasi review masterplan untuk menyeleksi mitra atas pengembangan bisnis di bandara.

Baca juga: Bandara Kertajati Memulai Penerbangan Internasional dengan Keberangkatan Umroh

“Karena BIJB ditugaskan untuk mengelola bandara dan juga kawasan aerocity Kertajati, sambil menunggu kebangkitan jumlah penumpang, BIJB fokus pada pengembangan bisnis aerocity yang akan menjadi penopang kawasan rebana metropolitan. Ini sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menjadi pendongkrak bangkitnya Bandara Kertajati,” jelasnya Handika.

Leave a Reply