Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Sepur Kluthuk Jaladara

Ketika mendengar kereta di Solo, Jawa Tengah, maka akan terbayang pada sosok kereta Batara Kresna yang melintasi jalur tengah kota laksana trem di Eropa. Tapi ternyata ada lagi satu kereta wisata yang juga mengular di jalur Solo yakni Kereta uap Jaladara atau biasa disebut Sepur Kluthuk Jaladara.

Baca juga: KA Batara Kresna, Melaju di Rel Bekas Trem

KabarPenumpang.com mengabarkan bahwa kereta ini dijalankan dengan lokomotif uap C1218 dan beroperasi dari stasiun Purwosari hingga Sangkrah sepanjang enam kilometer serta melewati jalan Slamet Riyadi yang legendaris. Kereta ini ditarik satu lokomotif uap buatan Maschinenbau Chemitz Jerman pada tahun 1896 dengan dua gerbong kayu jati asli buatan tahun 1920 dan mampu menampung 72 orang.

Sepur Kluthuk juga punya nama lain yakni Steam Loco dan diluncurkan di jalur kereta Solo sejak 27 September 2009 lalu. Uniknya kereta ini dijalankan menggunakan bahan bakar kayu jati dan air untuk mengasilkan uap agar lokomotif bisa berjalan.

Anda harus tahu loko penarik sepur ini membutuhkan 4 meter kubik air dan 5 meter kubik kayu untuk menempuh jarak dari stasiun Purwosari menuju Sangkrah dengan waktu tempuh tiga jam. Sepur Kluthuk Jaladara tidak hanya melintas, melainkan pengunjung juga bisa menikmati kota Solo dengan deretan toko, mall, rumah penduduk dan lalu lintasnya.

Sepur Kluthuk Jaladara lalui Jalan Slamet Riyadi

Kemudian, pengunjung juga akan diajak untuk singgah di beberapa tempat wisata heritage di sekitar jalan Slamet Riyadi yakni Loki Gandrung (rumah dina Walikota Surakarta), Museum Batik Danarhadi, Kampung Batik Kauman, kawasan Gladak, dan Keraton Kasunanan Surakarta. Tak hanya unik, kereta ini memiliki hal menarik lainnya yakni menyuguhkan sajian musik tradisional siteran selama perjalanan untuk membuat penumpang nyaman.

Penumpang sepur juga diberikan minuman slamat datang berupa jamu tradisional dan disuguhi jajanan pasar. Sayangnya untuk naik sepur Kluthuk Jaladara tidak bisa setiap hari, sebab kereta uap kuno ini harus menyesuaikan dengan jadwal PT KAI terutama di stasiun Purwosari. Tetapi tenang saja, kereta ini juga berjalan dengan sistem paket wisata yakni setiap hari libur, atau Sabtu Minggu dan libur panjang.

Baca juga: KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI

Ada tiga paket perjalanan yang bisa dipilih pengunjung yakni 25 orang, 35 orang atau 80 orang. Sekali perjalanan biaya yang dikenakan Rp3.250.000 untuk 80 orang. Untuk 25 penumpang Rp360 ribu per orang dan 35 orang Rp290 ribu per orang.

Tarif untuk naik kereta ini cukup mahal dikarenakan sekali jalan kereta uap ini membutuhkan tiga kubik kayu jati sebagai bahan bakar. Untungnya, dengan harga segitu, bisa dikatakan seimbang dengan yang didapatkan penumpang.