‘Serangan’ Beruang Bikin Penerbangan di Rusia Terhenti Puluhan Menit!

0
Maskapai S7. Foto: Unsplash/Simple Flying

Serangan seekor beruang bikin penerbangan di Rusia, tepatnya di sebuah bandara di Magadan, Oblast, sempat terhenti selama kurang lebih 20 menit. Hal itu dikarenakan beruang liar tersebut berkeliaran di landasan sehingga mengganggu aktivitas penerbangan.

Baca juga: Bikin Ketar-Ketir Penumpang, Inilah 6 Insiden Binatang Masuk ke Pesawat Tanpa Sengaja

Seperti dilaporkan Aviation Herald, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, maskapai S7 sejatinya dijadwalkan mendarat lima jam di Magadan, Timur Jauh Rusia, setelah lepas landas dari Bandara Novosibirsk (OVB) di sebelah Selatan dengan jarak sekitar 4 ribu km.

Akan tetapi, saat pesawat A320neo dengan nomor registrasi VQ-BRI menurunkan ketinggian ke 500 kaki dan melakukan pendekatan pendaratan, pilot melihat landasan terhalang objek yang belakangan diketahui seekor beruang. Pilot pun memutuskan kembali meningkatan ketinggian dan menjauh dari landasan.

Akibat kejadian itu, pesawat harus berputar-putar di langit sekitaran bandara selama 20 menit sebelum akhirnya mendarat dengan selamat tanpa gangguan beruang. Tak dijelaskan dengan rinci bagaimana beruang tersebut pergi, entah karena desakan dari petugas atau memang pergi begitu saja.

Teror beruang di bandara Rusia tentu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada Juni tahun lalu, salah satu bandara di Negeri Beruang Merah itu, Yelizovo, dilaporkan harus ditutup sementara setelah beruang tak bertuan masuk ke area bandara. Bandara di Timur Jauh itu akhirnya bisa kembali beroperasi setelah petugas penjaga hewan datang. Sayangnya, tak lama petugas datang, beruang tersebut terlebih dahulu melarikan diri dan hilang bak hantu.

Timur Jauh Rusia memang jadi salah satu wilayah di Rusia yang kerap kedatangan beruang, mengingat wilayahnya yang masih asri, tak seperti di bagian Barat Rusia, seperti Moskow dan kota-kota lainnya yang sudah dipenuhi bangunan dan manusia.

Selain Rusia, penerbangan di negara-negara lainnya juga sempat terganggu akibat kemunculan hewan liar. Di Kenya, maskapai regional negara tersebut, Safarilink pernah bertabrakan dengan rusa liar saat mendarat di Maasai Mara. Beruntung, pesawat Bombardier Q Series atau Dash 8 beserta seluruh penumpang dan kru tak selamat. Namun tidak demikian dengan sang rusa yang dilaporkan mati seketika.

Baca juga: Gegara Seekor Merpati di Kabin, Penerbangan Aeroflot Tertunda di Moskow

Di Goa, India, pesawat A320-200 AirAsia juga pernah terganggu akibat hewan liar. Berbeda dari dua negara sebelumnya, kala itu, seekor anjing liar yang menjadi aktornya. Begitu juga di Pakistan saat seekor babi hutan berkeliaran di runway. Namun, nahas nasib binatang tersebut, pasalnya pilot tak melihat dan tabrakan antara Etihad A320 dengan babi hutan akhirnya tak terhindarkan. Meskipun pesawat dan seluruh penumpang beserta kru selamat, tidak demikian dengan babi hutan itu yang disebut harus menemui ajalnya.

Meskipun tak terlalu sering, gangguan hewan liar di berbagai negara harus ditangani dengan serius. Sebab, jika pada penerbangan siang hari saja, sudah banyak hewan liar yang tertabrak, bagaimana dengan malam hari, dimana visibilitas pilot lebih terbatas terhadap objek asing di landasan. Bila tidak segera dievaluasi dan diambil langkah-langkah konkret, bukan tak mungkin insiden penerbangan terganggu akibat hewan liar akan terus terjadi dan kelak menimbulkan korban jiwa.

Leave a Reply