Serba Kecil dan Fasilitas Standar, Inilah Bandara-Bandara Terkecil di Dunia

0
Juancho E. Yrausquin Airport

Sebagai salah satu gerbang masuknya pelancong dari berbagai Negara di dunia, bandara seolah menjadi miniatur Negara yang bersangkutan. Tidak bisa dipungkiri, banyak Negara yang memperindah bandaranya agar menarik hati para pendatang. Kelengkapan di dalam sebuah bandara pun bisa dijadikan sebuah tolak ukur apakah bandara tersebut dapat memanjakan para tamu yang datang atau tidak, contohnya seperti banyaknya pilihan makanan yang tersedia, hingga tempat belanja yang menyediakan pernak-pernik dan buah tangan khas Negara tersebut.

Ternyata, dibalik semua kemegahan bandara yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bandara di belahan dunia yang jauh dari gambaran tersebut, mulai dari ukurannya yang relatif kecil hingga fasilitas penunjang yang tersedia di dalamnya. Berdasarkan data yang dihimpun dari beberapa laman, salah satunya adalah opodo.co.uk, rekor bandara terkecil yang ada di dunia dipegang oleh Saba Airport. Bandara yang memiliki nama resmi Juancho E. Yrausquin ini terletak di pulau Saba, Belanda Karibia dioperasikan oleh Winair, sebuah maskapai milik pemerintah yang bermarkas di Sint Marteen.

soaraviation.com.au
soaraviation.com.au

Selain predikatnya sebagai bandara terkecil di dunia, bandara Juancho E. Yrausquin ini juga merupakan bandara dengan runway terpendek di dunia, yaitu hanya 400 meter. Ada lagi keunikan dari bandara ini, yaitu ujung dari runway bandara ini berupa tebing yang langsung bersinggungan dengan Samudera Atlantik. Bila dilihat dari peta, lokasi bandara ini terletak tidak begitu jauh dengan Segitiga Bermuda, sebuah tempat yang terkenal dengan medan magnetnya yang amat kuat.

Dikarenakan landas pacunya berukuran kecil, jadi pesawat jenis jet tidak dapat mendarat di sini, hanyalah pesawat kecil berkapasitas sedikit dengan jenis DHC-6, BN-2, dan helikopter, seperti maskapai Twin Otter dan BN-2 Islander yang biasa mendarat di bandara Juancho E. Yrausquin. Fisik bangunan dari bandara ini juga terbilang cukup minimalis, semua perangkat yang berhubungan dengan penerbangan di sini bisa Anda temui di dalam gedung yang tampak seperti rumah ini.

Sumber: mapio.net
Sumber: mapio.net

Anda tidak akan menemukan hingar bingar yang biasa dijumpai di bandara, hanyalah suara tiupan angin laut dan desir ombak yang akan menemani di sini, berhubungan lokasi bandara yang dikelilingi oleh laut. Untuk sampai ke bandara, Anda akan melewati sebuah jalan kecil dan berkelok menuruni bukit dengan pemandangan yang amat menakjubkan. Anda dapat melihat hamparan Samudera Atlantik dengan beberapa buah bukit sebagai unsur tambahannya.

Bandara ini pertama kali dibangun oleh Remy de Haenen pada tahun 1946. De Haenen yang juga dikenal sebagai orang yang memperkenalkan Dewan Perekonomian di Saba melakukan observasi melalui udara di sekitaran lokasi bandara dan selang beberapa minggu, setelah melakukan beberapa pertimbangan, lahan kosong yang dinilai cocok untuk dijadikan landas pacu pun dibersihkan dan ditinggikan. Sebagai orang yang memprakarsai pembuatan bandara, De Haenen lantas melakukan uji coba dengan melakukan pendaratan pertama pada 9 Februari 1959.

Pada tahun 1998, bandara Juancho E. Yrausquin pernah dibuat luluh lantak akibat sapuan dari  badai Georges, dan mengalami pembaharuan. 4 tahun berselang, sebuah gedung baru selesai dibangun dan didedikasikan pada De Haenen. Hingga kini, bandara tersebut masih aktif melayani penerbangan dari dan menuju bandara Juancho E. Yrausquin. Salah satu rute penerbangan dari sini adalah menuju Sint Marteen yang hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di tujuan.

Leave a Reply