Sering Ada Penyalahgunaan, Maskapai Penerbangan Batasi Jenis Hewan Pendukung Emosional

0
anjing sebagai hewan pendukung (abcnews.go.com)

Belum lama ini, Departemen Transportasi Amerika Serikat tidak lagi mempertimbangkan hewan pendukung emosional sebagai pemandu dalam penerbangan. Ini juga memungkinkan maskapai penerbangan membatasi jenis hewan yang terbang secara gratis. Dalam revisi Undang-Undang Akses Maskapai Udara, Departemen Transportasi mendefinisikan hewan pemandu adalah anjing apa pun rasnya dan dilatih untuk melakukan pekerjaan atau tugas untuk kepentingan individu penyandang disabilitas yang memenuhi syarat.

Baca juga: Burung Merak, Ikon Pendukung Emosi Ini Dilarang Masuk dalam Penerbangan

“Maskapai penerbangan tidak diharuskan untuk mengenali hewan pendukung emosional sebagai hewan pemandu dan dapat memperlakukan mereka sebagai hewan peliharaan,” kata departemen transportasi.

KabarPenumpang.com melansir abcnews.go.com (3/12/2020), revisi tersebut ada karena upaya maskapai untuk menindak para pelancong yang menyalahgunakan kebijakan hewan dukungan emosional. Di mana kebanyakan hewan pemandu adalah anjing, meskipun kuda mini, hamster, babi dan bahkan burung merak telah terbang sebagai hewan pendukung emosional.

Sumber: tribunnews.com

Departemen Transportasi mengatakan bahwa praktik penyalahgunaan tersebut telah mengikis kepercayaan publik pada hewan pemandu yang sah. Hal tersebut disebabkan penumpang yang curang dengan membawa hewan peliharaan mereka dan mengatakan itu adalah hewan pemandu demi menghindari biaya pengangkutan hewan peliharaan.

Airlines for America, sebuah asosiasi perdagangan maskapai penerbangan memperkirakan bahwa jumlah penumpang yang terbang dengan hewan pendukung emosional pada 2018 meningkat 14 persen, menyusul peningkatan 60 persen tahun sebelumnya. Kenaikan itu juga disertai dengan “peningkatan tajam” dalam insiden yang disebabkan oleh hewan, dari menggigit hingga buang air besar.

Pembaruan tersebut juga didukung oleh beberapa serikat pramugari. Julie Hedrick, presiden Asosiasi Pramugari Profesional mengatakan, bahwa tidak pantas untuk menempatkan hewan pemandu yang tidak terlatih atau tidak terlatih di ruang publik terbatas seperti kabin pesawat,.

Berdasarkan ketentuan baru, maskapai penerbangan dapat meminta orang yang bepergian dengan hewan pemandu untuk mengisi formulir yang membuktikan kesehatan, perilaku, dan pelatihan hewan tersebut. Mereka juga dapat meminta agar hewan selalu diikat baik di bandara atau di dalam pesawat.

Baca juga: Bergaya “Dasi Kupu-Kupu,” Kelinci Pendamping Emosional Naik Kelas Bisnis

Penumpang masih dapat bepergian dengan hewan peliharaan berdasarkan kebijakan hewan peliharaan pengangkut, yang biasanya akan dikenakan tarif $125 sekali jalan untuk membawa hewan peliharaan kecil.

LEAVE A REPLY