Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa

Tiny Microlino EV (newatlas.com)

Kehadiran mobil mini sangat membantu mobilitas untuk menyusuri jalan di gang kecil. Apalagi bila kendaraan tersebut menggunakan tenaga baterai dalam pengoperasiannya dan lebih hemat energi serta jauh dari polusi.

Baca juga: ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj Qute

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (31/7/2018), bahwa selama sekitar satu dekade BMW Isetta pada tahun 1950-an hingga 1960-an hadir sebagai kendaraan kecil bergaya dengan penggunaan bahan bakar yang minim dan dirancang untuk meluncur di jalan-jalan Eropa yang sempit. Hal ini membuat desainer Wim Ouboter terinspirasi dari mobil-mobil gelembung retro kecil ini dan diungkapkan pada tahun 2016.

Namun, persetujuan untuk berjalan di Eropa saat itu belum jelas karena bentuknya yang belum pasti. Tetapi setelah adanya beberapa desain tak terduga Tiny Microlino EV (Electric Vehicle) tersebut akhirnya dilegalkan untuk meluncur di jalanan Uni Eropa.

Pelegalan ini didapatkan setelah lebih dari dua tahun hingga akhirnya desain akhir terungkap dan sertifikasi homologasi Uni Eropa diberikan. Padahal selama itu ribuan pre-order telah menunggu untuk mendapatkan batch pertamanya.

Microlino memiliki panjang 2,4 meter (7.8 kaki) dan berat 450 kg (990 lb) tanpa baterai dan penumpang. Mobil kecil ini memiliki kecepatan maksimum 90 km per jam (55 mph) tergantung pada ukuran baterai yang dipasang.

Tiny Microlino EV memiliki jangkauan 120 atau 200 km (74 atau 124 mil) dan dapat diisi ulang hanya dalam waktu empat jam menggunakan soket listrik konvensional saat baterai yang digunakan habis. Sementara perusahaan awalnya berharap untuk memiliki model pertama yang meluncur ke jalan pada awal 2018. Sayangnya karena penundaan desain telah mendorong penjadwalan mundur sedikit.

Baca juga: Bemo Tereliminasi, Bajaj Qute Jadi Solusi

“Alasan penundaan adalah karena bentuk khusus Microlino dan pintu depan homologasi membutuhkan waktu lebih lama dari yang kami harapkan. Selain itu, kami ingin mendapatkan umpan balik Anda terlebih dahulu, sebelum memulai produksi,” ujar pihak perusahaan.

Sejak pengumuman awal, beberapa perincian desain untuk iterasi terakhir telah diungkapkan, termasuk standar sunroof di setiap kendaraan dan panel touchscreen satu putaran di dasbor. Perkiraan harga dasar untuk Microlino telah melonjak sedikit sejak pengumuman asli 2016 dan saat ini diperkirakan sekitar €12 ribu atau sekitar Rp202 juta. Pre-order yang berbasis di Swiss akan menjadi pertama diluncurkan akhir tahun 2018, dengan pre-order Jerman akan segera menyusul pada 2019.