Setelah Dua Tahun Keok, Boeing Akhirnya Kalahkan Pesanan Pesawat Airbus

0
Ilustrasi Boeing vs Airbus. Sumber: istimewa

Boeing akhirnya berhasil kembali merengkuh status sebagai produsen pesawat terbesar di dunia dalam urusan pesanan pesawat. Itu terjadi setelah dua tahun berturut-turut selalu berada di bawah bayang-bayang kompetitor Eropa-nya, Airbus.

Baca juga: 4 Poin Head to Head Boeing vs Airbus, Mana Lebih Unggul?

Sejak Boeing 737 MAX di-grounded pada Maret 2019, praktis pesanan pesawat Airbus terus melejit lewat armada narrowbody mereka, khususnya keluarga A320, yang menjadi pesaing terberat 737 MAX. Airbus terus berada di atas Boeing dalam urusan pesanan pesawat sampai 2020 lalu.

Terbukti, ketika 737 MAX kembali mengudara dan mulai kembali mendapat tempat di hati maskapai dan penumpang, per 31 Maret 2021, pesanan pesawat Boeing kembali mengungguli Airbus. Boeing tercatat mendapat 282 pesanan pesawat dengan 76 pembatalan. Sedangkan Airbus jauh berada di bawah Boeing, dengan mencatat 39 pesanan dan 100 pembatalan.

Kendati demikian, Boeing masih mempunyai sejumlah pekerjaan besar. Produsen pesawat asal Amerika Serikat itu diketahui masih belum bisa mengungguli Airbus dalam urusan pengiriman pesawat di kuartal I 2021 ini.

Laporan CNN International, Airbus berhasil membukukan pengiriman 125 pesawat, berbanding jauh dengan Boeing yang hanya mengirim 77 pesawat. Padahal, Airbus sebelumnya selalu kesulitan untuk memenuhi pengiriman pesawat sesuai jadwal lantaran kapasitas produksinya masih jauh di bawah Boeing. Sudah begitu, supplai chain Airbus juga belum seluas Boeing. Hal itupun diakui oleh CEO Airbus, Guillaume Faury.

Menurutnya, ekosistem bisnis menjadi krusial dalam kaitannya dengan kapasitas produksi. Singkatnya, mulai dari hulu hingga hilir; yang notabene banyak melibatkan pihak lain, seperti penyediaan bahan baku, kapasitas produksi, pengiriman bahan baku, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, hingga barang jadi ke mitra kerja Airbus, baik internal maupun eksternal, yang tersebar di 11 negara, seperti Wales, Spanyol, Perancis, Jerman, hingga Cina.

“Ini mungkin terlihat seperti sebuah paradoks, tetapi dalam jangka pendek, kami tidak mendapatkan manfaat dari situasi dengan pesaing kami,” kata Faury, di sebuah konferensi pers terkait laporan keuangan perusahaan pada 2019 lalu, di Toulouse, Perancis.

Baca juga: Meski Boeing Keok, Airbus Belum Bisa Salip Boeing dalam Urusan Produksi Pesawat

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar Airbus adalah mengirim pesanan pesawat ke pelanggan, yang sangat terpengaruh dengan kemampuan perusahaan dalam memproduksi pesawat secepat mungkin.

Dengan keberhasilan Airbus meningkatkan kapasitas produksi dan mengejar pengiriman pesawat, di saat yang bersamaan, Boeing juga mampu menyalip Airbus dalam urusan pesanan pesawat, persaingan antar keduanya akan semakin menarik ditunggu. Terlebih, tahun 2021 masih cukup panjang dan segalanya masih mungkin serta menentukan siapa yang akan menjadi yang terbesar dalam urusan pesanan dan produksi pesawat.

Leave a Reply