Setelah Lebih dari Setahun Grounded, Boeing 737 MAX ‘Akhirnya’ Kembali Terbang

0
Boeing 737 MAX. Sumber: newatlas.com

Boeing 737 MAX dilaporkan akan kembali terbang. Pesawat yang sudah di-grounded sejak setahun lebih itu kembali ke udara paling cepat Senin ini untuk menjalani sertifikasi ulang oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Baca juga: Boeing 737 MAX ‘Tumbang’, Rusia Tantang Airbus A320neo Lewat MC-21

Reuters mengabarkan, pihak perwakilan dari Kongres Amerika Serikat juga sudah menyetujui uji sertifikasi ulang Boeing 737 MAX setelah mengecek form penilaian sistem keselamatan MAX. “(kongres AS) telah pengizinkan uji sertifikasi ulang. Penerbangan dengan pilot uji FAA dapat dimulai paling cepat besok (Senin), dengan agenda utama mengevaluasi fitur automated flight control system pada 737 MAX,” tulis Reuters.

Teknis pengujian disebut akan menggunakan sebuah unit B737 MAX 7, yang di dalamnya telah dipasangi peralatan pengujian. Selama tiga hari, pesawat akan menjalani pengujian di Boeing Field di Seattle, AS.

Selain menguji fitur automated flight control system yang baru disematkan ke Boeing 737 MAX, beberapa poin lainnya yang juga diuji antara lain, steep-banking turn dan manuver-manuver ekstrem di atas langit Washington. Pesawat juga akan melakukan touch-and-go landings di bandara di wilayah Moses Lake, timur Washington, lalu melanjutkan rute penerbangan ke pesisir Samudera Pasifik.

Tak hanya itu, nantinya pilot uji juga akan melakukan pengujian terhadap software pencegah stall, atau yang selama ini dikenal dengan fitur Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS), sumber utama kecelakaan dua pesawat B737 MAX Lion Air dan Ethiopian, yang total menewaskan 346 penumpang dan awak.

Meski nantinya jadi menjalani uji sertifikasi ulang hari ini, Boeing 737 MAX dipastikan tetap tak akan kembali melayani penumpang hingga Septermber mendatang. Pasca menjalani uji sertifikasi, data-data terlebih dahulu akan mulai dikaji oleh tim FAA di Washington dan Seattle untuk menilai tingkat kelaikan udara.

Beberapa pekan setelah itu, Boeing 737 MAX masih harus menjalani uji terbang langsung oleh Administrator FAA, Steve Dickson. Mantan pilot pesawat tempur F-15 ini nantinya akan menerbangkan langsung Boeing 737 MAX serta mengujinya, persis sesuai dengan agenda uji sertifikasi seperti yang sudah dijalani.

Bila proses ini berhasil, MAX tak lantas dapat sekonyong-konyong kembali terbang sebelum semua pilot maskapai di berbagai dunia yang akan menerbangkan 737 MAX mengikuti training pilot. Diperkirakan seluruh rangkaian proses tersebut setidaknya akan memakan waktu hingga akhir tahun.

Sebelumnya, sejak awal April lalu, meskipun dihantui wabah corona, Boeing dilaporkan masih terus menggenjot proses perbaikan, mulai dari menguji perubahan perangkat lunak terbaru dan menyempurnakannya hingga melakukan pengujian dalam simulator penerbangan yang dikenal sebagai e-cab di tengah pandemi corona, semata untuk menyesuaikan seluruh persyaratan dari regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat (FAA). Kala itu, Boeing mengklaim 737 MAX mengalami peningkatan cepat dalam upaya kembali ke udara.

Baca juga: Boeing Akui Kembali Temukan Masalah Baru Pada Software 737 MAX

“Tim kami mengelola melalui wabah Covid-19 seperti banyak orang lain dengan bekerja secara virtual di mana kita bisa, sambil mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan lingkungan yang aman bagi kita semua,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari bloomberg.com.

“Kami terus membuat kemajuan dalam upaya sertifikasi kami dan bekerjasama dengan regulator untuk memenuhi persyaratan mereka. Perkiraan kami masih merupakan pertengahan tahun untuk mengembalikan armada 737 MAX ke layanan,” tutupnya.

Leave a Reply