Setelah Tidur Lama, Akhirnya Stasiun Gresik Akan Kembali Beroperasi

0
Bangunan Stasiun Gresik yang masih berdiri kokoh seperti masa kejayaannya dulu (wikiwand)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan reaktivasi dibanyak stasiun dan beberapa di antaranya sudah selesai serta mulai kembali mengoperasikan kereta untuk mengangkut penumpang dan barang. Baru–baru ini, PT KAI akan mengaktifkan kembali Stasiun Gresik yang sudah lama tidur panjang tak beroperasi dan terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca juga: Tidak Hanya Nama Pelawak, “Indro” Ternyata Juga Nama Stasiun!

Namun, rencananya, Stasiun Gresik bukan menjadi stasiun penumpang melainkan sebagai moda transportasi barang. Pengaktifannya sendiri setelah adanya penandatanganan nota kesepahaman antara PT KAI dengan PT Trans Jaya Persada. Keduanya sepakat tentang rencana kerja sama pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan bekas Stasiun Gresik.

Meski lama mati suri, Stasiun Gresik meninggalkan bangunan asli dengan lantai peron keramik berwarna kuning dan dinding yang tebuat dari kayu. Loket di dalam stasiun kini berubah menjadi gudang dan beberapa ruang lainnya menjadi tempat tinggal warnga.

Sedangkan bangunan lorong dijadikan tempat usaha warang kopi milik warga yang sudah puluhan tahun menempati gedung Stasiun Gresik itu. Pengaktifan kembali Stasiun Gresik karena berada dekat dengan tiga kawasan industri yang cukup besar dengan berbagai macam produk seperti industri plastik, kayu, makanan, energi, produk kimia dan lainnya.

Tak hanya itu, letaknya yang berada di tengah kota, membuat Stasiun Garut memiliki konektivitas yang baik karena dekat dengan beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Gresik. KabarPenumpang.com merangkum wikipedia, Stasiun Gresik pada masa kolonial Belanda bernama Station Grisee dan berada di ketinggian dua meter di atas permukaan laut dan masuk dalam wilayah aset 8 Surabaya.

Dalam sejarahnya, stasiun ini merupakan pertemuan antara dua jalur kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, yaitu segmen Sumari–Gresik dan Gresik–Kandangan. Jalur yang pertama kali dibangun adalah segmen Sumari–Gresik, diresmikan pada tanggal 1 Juni 1902, sedangkan jalur yang menuju Kandangan diresmikan pada tanggal 3 Januari 1924.

Namun jalur Sumari–Gresik dibongkar oleh pekerja romusa Jepang pada tahun 1943. Bangunan stasiun yang masih bergaya Tudor-NIS dengan bahan dinding kayu kini sudah banyak berlubang. Tak hanya itu, jalur kereta sudah ditutup dan ditimbun ditempati rumah warga di sekitar stasiun, serta bekas jalur menuju Stasiun Indro sudah menjadi sebuah gang kecil.

Meski begitu masih banyak bekas jalur kereta api dari Stasiun Gresik ke Stasiun Indro yang masih dapat dilihat, terutama di sisi timur Jalan Harun Tohir. Dahulu stasiun ini merupakan stasiun padat penumpang yang naik maupun turun dari kereta.

Baca juga: Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Namun, seiring berkembangnya Kota Gresik yang arah perkembangannya semakin menjauhi Stasiun Gresik (Kawasan Gresik Tua), akhirnya stasiun ini ditutup pada Oktober 1975 karena kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya, seperti bus, angkot, dan kendaraan pribadi. Kini asetnya masih dikuasai oleh PT KAI, dan masih menyisakan bangunan yang utuh dengan kanopi (overkapping) serta handel bertipe Alkmaar buatan Belanda.