Shakuntala Railways, Jalur Kereta Peninggalan Kolonial Inggris yang Belum Dinasionaliasikan

Sumber: indiatimes.com

Terkenal sebagai negara yang punya sistem perkeretaapian serba pas-pasan, bukan berarti India tidak memiliki cerita unik yang menarik untuk dibahas. Di bawah komando Indian Railways yang berperan sebagai pemangku otoritas tertinggi – karena langsung menerima mandat dari Kementerian Perkeretaapian, ada satu jaringan sepanjang 190 km di Maharashtra yang hingga saat ini masih dikendalikan oleh pihak swasta. Ya, itu adalah Shakuntala Railways.

Baca Juga: Torehkan Sejarah, Indian Railways Bangun ‘Limited Height Subway’ dalam Waktu 4,5 Jam Saja!

Berawal ketika tahun 1910 silam, dimana pada kala itu, masih banyak perusahaan swasta dan perusahaan asal Inggris yang memiliki banyak jalur kereta api yang beroperasi di India. Shakuntala Railways sendiri didirikan oleh sebuah perusahaan Inggris bernama Killick-Nixon – yang ternyata setelah diselidiki lebih dalam, ini merupakan perusahaan joint venture dengan Kolonial Inggris yang ada di India.

Sama seperti kebanyakan perusahaan, Killick-Nixon pun memiliki tujuan komersial sendiri dengan membangun jalur kereta api ini – untuk mengangkut kapas dari wilayah Vidharbha ke garis utama ke Mumbai (Bombay) dan pada akhirnya dikirimkan menuju Manchester, Inggris. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com, dibutuhkan waktu selama enam tahun untuk membangun keseluruhan jalur sepanjang 190 km yang membentang dari Yavatmal menuju Achalpur di Distrik Amravati ini.

Sumber: indiatimes.com

Pada tahun 1916, jalur ini rampung dan mulai beroperasi untuk mengangkut barang dan penumpang secara komersial. Pengoperasian jalur ini pun berjalan normal layaknya jaringan perkeretaapian lain hingga pada tahun 1952 – dimana nasionalisasi kereta api sedang berkecamuk, jalur Shakuntala Railways seolah diabaikan. Itu berarti, kepemilikannya masih dikuasai oleh pihak swasta dan juga menyiratkan bahwa ini merupakan salah satu peninggalan masa kolonial Inggris yang (mungkin) sengaja diabadikan oleh otoritas perkeretaapian India.

Hingga saat ini, Shakuntala Railways masih mengoperasikan armadanya satu kali perjalanan pulang pergi. Mungkin terdengar agak aneh ketika jarak 190km hanya dilayani satu kali perjalanan pulang pergi oleh Shakuntala Railways. Sebenarnya tidak aneh, karena kereta ini membutuhkan waktu sekitar 20 jam perjalanan untuk tiba di tujuan – Yavatmal menuju Achalpur maupun sebaliknya. Jika dihitung, berarti laju dari kereta ini sekitar 20km/jam.

Baca Juga: Peringati Hari Kemerdekaan, Indian Railways Hadirkan “Museum Digital” di 22 Stasiun

Adapun biaya perjalanan penuh yang dikenakan adalah Rs150 atau yang setara dengan Rp31.300 saja! Murah, ya?

Untuk urusan armadanya, jalur ini menggunakan mesin ZD-stream buatan Manchester. Selama kurang lebih 70 tahun, mesin uap ini mengabdi kepada Shakuntala Railways sebelum akhirnya pada Aprl 1994, diganti oleh mesin diesel dengan alasan peremajaan dan efisiensi pengoperasian.

Berdasarkan instruksi dari Menteri Kereta Api, Suresh Prabu pada tahun 2016 silam, nampaknya pemerintahan negeri di sana hendak menasionalisasikan Shakuntala Railways dan bergabung di bawah payung Pemerintah Negeri.