Sistem Input Prediktif Digunakan Tanpa Sentuhan Langsung pada Layar

0
ilustrasi sistem sentuh prediktif dalam kendaraan (newatlas.com)

Sebelum pandemi Covid-19, orang-orang cukup senang berbagai keypad dan menggunakan layar sentuh bersamaan. Namun setelah pandemi Covid-19, ketakutan menularkan virus dan bakteri melalui permukaan membuat orang menyentuh hal-hal yang telah disentuh orang lain sebelumnya.

Baca juga: OSG ScreeneX Hadirkan ‘Informasi’ pada Kaca Moda Transportasi Umum

Hal ini kemudian menghadirkan berbagai macam teknologi canggih saat ini dikembangkan untuk memudahkan banyak orang agar tidak saling bersentuhan atau menggunakan sesuatu yang digunakan bersamaan. Seperti Jaguar Land Rover dan Universitas of Cambridge yang sedang mengembangkan layar sentuh tanpa sentuhan untuk sistem hiburan di mobil.

Sistem ini memiliki keunikan dengan sentuhan prediktif yang mana menggunakan kecerdasan buatan dan sensor cangggih yang memungkinkan pengemudi untuk membuat pilihan tanpa benar-benar menyentuh layar tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (26/7/2020), dibuatnya sistem sentuhan prediktif tersebut karena saat ini semakin banyak orang sadar akan kuman dan banyak induatri menemukan cara untuk beradaptasi.

Ini termasuk menemukan cara bagi staf dan pelanggan untuk beroperasi tanpa sentuhan. Sistem sentuh prediktif Jaguar Land Rover dirancang untuk mencari tahu tindakan apa yang akan diambil oleh pengguna di awal tugas penunjukan. Untuk itu, sistem dilengkapi dengan kamera, sensor frekuensi radio dan pelacakan mata untuk memberikan data ke sistem kecerdasan buatan yang dikombinasikan dengan profil pengguna serta kondisi lingkungan untuk membuat prediksi sebelum jari pengguna mencapai layar.

Menurut Jaguar Land Rover, teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi penyakit, akan tetapi membuat pengemudi lebih aman serta mengurangi gangguan. Saat ini sistem tersebut di uji laboratorium dan jalanan untuk menunjukkan teknologi prediksi yang dapat mengurangi waktu interaksi hingga 50 persen. Bahkan, teknologi ini dapat memiliki aplikasi yang lebih luas di luar kabin mobil untuk mengurangi penyebaran kuman.

“Ketika negara-negara di seluruh dunia keluar dari penguncian, kami melihat berapa banyak transaksi konsumen sehari-hari dilakukan dengan menggunakan layar sentuh seperti membeli tiket kereta api atau bioskop, ATM, check in bandara dan check out swalayan, serta banyak aplikasi industri dan manufaktur,” kata Lee Skrypchuk, Spesialis Antarmuka Mesin Manusia di Jaguar Land Rover.

Baca juga: Pengamat Penerbangan: Kalau Sudah Pakai Masker Semua, Kenapa Harus Jaga Jarak?

Lee mengatakan, bahwa teknologi sentuh prediktif menghilangkan kebutuhan untuk menyentuh layar interaktif dan karenanya dapat mengurangi risiko penyebaran bakteri atau virus pada permukaan. Selain itu, teknologi ini juga menawarkan kesempatan pengguna untuk membuat kendaraan lebih aman dengan mengurangi beban kognitif pada pengemudi dan meningkatkan jumlah waktu yang dapat mereka habiskan ketika fokus pada jalan di depan.

Leave a Reply