Kehadiran Stasiun Jatake di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung ternyata cukup membantu bagi penumpang yang domisili berada di area tersebut. Sebelum dibangun dan dioperasikannya Stasiun Jatake, masyarakat lebih dominan memilih naik dan turun Commuter Line di Stasiun Parung Panjang maupun Cicayur. Hal tersebut membuat cukup kerepotan terutama kendala jarak dan waktu yang cukup lama.
Stasiun Jatake yang resmi beroperasi pada 28 Januari 2026 lalu memang masih belum terlihat kepadatan, padahal peresmian tersebut dibuka pada saat jam kerja. Hal ini berguna bagi masyarakat yang akan menggunakan Commuter Line dari Stasiun Jatake dengan lokasi hunian masyarakat yang berada di kawasan BSD Tangerang.
Pantauan awal bahwa aktivitas penumpang di stasiun baru tersebut, warga Tangerang pun belum menunjukkan lonjakan signifikan, meski kereta rel listrik (KRL) sudah berhenti setiap lima menit sekali. Jumlah penumpang yang naik dan turun di Stasiun Jatake pun masih tergolong sedikit.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam peresmian lalu mengatakan, Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau.
Namun, hingga 5 hari setelah peresmian Stasiun Jatake mulai ada sedikit peningkatan penumpang naik dan turun. KAI Commuter mencatat pengguna layanan Stasiun Jatake sebanyak 5.016 orang penumpang. Tentunya, stasiun ini melayani pengguna di lintas Tanahabang – Rangkasbitung.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dilansir dari laman Detik mengatakan stasiun ini melayani pengguna sebanyak 649 orang di hari perdananya. Kemudian jika diakumulasi, pengguna layanan KAI Commuter di stasiun tersebut mencapai lima ribu lebih penumpang.
Berdasarkan data volume pengguna Commuter Line naik dan turun di Stasiun Jatake dari tanggal pertama beroperasi secara berurutan, jumlah pengguna terus meningkat. Adapun rinciannya, pada Rabu sebanyak 649 orang, Kamis 1.410 orang, Jumat 1.014 orang, dan Sabtu 1.944 orang.
Sedangkan untuk jumlah perjalanan commuter line per hari yang melalui Stasiun Jatake sebanyak 192 perjalanan dari total perjalanan lintas Tanahabang – Rangkasbitung sebanyak 206 perjalanan per hari. Karina mengimbau kepada pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mengecek kembali jadwal perjalanan commuter line.
Diketahui, Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.500 m2 dengan fasilitas stasiun seluas seluas 4.000 m2. Gedung terdiri dari tiga stasiun dimana lantai dasar sebaga area lobby dan aktivitas penumpang, lantai satu sebagai area komersial dan lantai tiga merupakan kantor dan peron kereta.
Sejumlah fasilitas lain juga sudah tersedia seperti fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda. Adapun stasiun ini dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian
