Stasiun kereta api tak sekadar hanya angkutan penumpang semata yang selalu dipenuhi dengan hiruk pikuk manusia. Berbagai fasilitas lengkap yang tersedia, menjadikan stasiun kereta api lebih terasa terbantu dalam menggunakannya. Pelayanan 24 jam terutama untuk stasiun besar tentunya mengutamakan prioritas masyarakat yang menggunakan kereta api.
Selain adanya stasiun kereta api angkutan penumpang yang lebih modern dan tentunya ramai, tentu stasiun lainnya tak akan ketinggalan. Contohnya stasiun angkutan barang. Stasiun ini jelas berbeda sekali daripada angkutan penumpang. Salah satunya tak memiliki fasilitas lengkap yang menunjang untuk penumpang. Yang ada hanyalah tumpukan barang yang akan dikirim ke wilayah yang tersebar di Indonesia bahkan di dunia.
Secara sederhana, stasiun barang adalah tempat pemberhentian dan bongkar muat barang yang diangkut oleh kereta api. Berbeda dengan stasiun penumpang yang penuh hiruk-pikuk manusia, stasiun barang lebih “senyap”, karena isinya barang semua. Tapi jangan salah, aktivitasnya tetap padat dan sangat penting untuk ekonomi nasional.
Proses yang dilakukan di stasiun angkutan barang meliputi:
• Bongkar muat
• Pemindahan barang dari moda lain (truk/kapal) ke kereta dan sebaliknya.
• Pengaturan jadwal kereta barang dilakukan setiap hari.
Fungsi utama stasiun barang bisa dirangkum jadi beberapa poin berikut:
1. Distribusi Logistik
Barang dari pelabuhan, kawasan industri, atau gudang besar bisa dikirim antarkota dengan lebih murah lewat kereta. Contohnya, semen dari pabrik di Jawa Tengah bisa dikirim ke Jakarta atau Surabaya lewat jalur rel.
2. Integrasi Antar Moda
Banyak stasiun barang yang terkoneksi langsung dengan pelabuhan, terminal peti kemas, atau kawasan industri. Ini membuat proses distribusi makin efisien karena tak perlu bongkar muat berkali-kali.
3. Pengurangan Beban Jalan Raya
Dengan mengangkut ribuan ton barang lewat rel, beban jalan raya jadi lebih ringan. Ini sangat penting untuk mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan karena truk besar.
Meskipun tak terlalu sering terdengar dan dibahas masyarakat umum, stasiun barang di Indonesia tentu punya peran vital dalam pergerakan barang di tanah air. Dari distribusi batubara, pupuk, semen, sampai kontainer ekspor-impor, semuanya melewati simpul-simpul logistik yang satu ini.
Ke depannya, dengan perbaikan infrastruktur, digitalisasi, dan integrasi antar moda, stasiun kereta barang bisa menjadi solusi utama untuk logistik nasional yang efisien, murah, dan berkelanjutan. Berikut ini beberapa stasiun kereta barang di Indonesia, lengkap dengan peran dan aktivitasnya:
1. Stasiun Sungai Lagit – Sumatera Selatan
Ini adalah stasiun utama untuk angkutan batubara. Jalur ini dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Sumsel dan jadi tulang punggung ekspor batubara dari tambang-tambang di Lahat dan Muara Enim ke Pelabuhan Tarahan di Lampung.
2. Stasiun Kalimas – Surabaya
Stasiun ini jadi pusat distribusi kontainer dan barang curah di wilayah Jawa Timur. Terhubung langsung dengan pelabuhan dan kawasan industri, Kalimas jadi titik penting dalam arus logistik nasional.
3. Stasiun Kertapati – Palembang
Selain untuk penumpang, stasiun ini juga punya fungsi besar dalam pengangkutan BBM dan batubara. Kertapati juga menghubungkan jaringan rel Sumatera Selatan dengan pelabuhan.
4. Stasiun Gedebage – Bandung
Stasiun ini digunakan untuk pengangkutan kontainer dan juga peralatan militer. Letaknya yang strategis dekat kawasan industri membuat Gedebage cukup aktif secara logistik. Namun hingga kini Stasiun Gedebage belum ada aktivitas kembali sebagai angkutan kontainer.
5. Stasiun Pasoso dan Sungai Lagoa, Tanjung Priok – Jakarta
Ini adalah salah satu simpul terpenting karena langsung terkoneksi dengan Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan terbesar di Indonesia. Barang dari kapal bisa langsung naik kereta ke berbagai kota. Kedua stasiun tersebut bangunannya tidak begitu besar namun memiliki potensi besar bongkar muat kontainer yang 24 jam beroperasi.
