Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu

Desain stasiun HSR Malaysia (The Straits Times)

Masih butuh waktu sembilan tahun lagi bagi warga Malaysia dan Singapura untuk bisa menikmati layanan kereta cepat bilateral tersebut. Pasalnya pengerjaan proyeknya baru ditandatangani pada 13 Desember 2016. Meski implementasi masih lama, konsep stasiun kereta cepat tersebut sudah diperkenalkan, tak tanggung-tanggung yang memperkenalkan adalah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Baca juga: 10 Poin Utama Pada Proyek Kuala Lumpur–Singapore High Speed Rail

Najib mengatakan rancangan konsep ini diluncurkan untuk tujuh stasiun baru di sepanjang Kuala Lumpur menuju Singapura yang dilalui High Speed Rail (HSR). KabarPenumpang.com merangkum dari channelnewsasia.com (17/10/2017), desain ini nantinya menjadi cerminan kuat identitas dan warisan Malaysia walau dengan perubahan lebih modern dan futuristik.

Terminal Bandar Malaysia di Kuala Lumpur dibuat dengan desain pertemuan kembali Klang dan Sungai Gombak. Di Stasiun Bangi-Putrajaya yang terletak di perbatangan Selangor dan Putrajaya, Najib mengatakan bahwa rancangan tersebut mencakup pengaruh detail arsitektur Islam yang agung dan penuh keindahan.

“Saat kita masuk ke daerah Malaka, inspirasi diambil dari sejarah Malaka sebagai pelabuhan perdagangan strategis di masa jayanya. Dengan demikian desain Stasiun Malaka diambil dari citra kapal dagang, yang melambangkan semangat kewiraswastaan ​​masyarakat setempat, “kata Najib.

Najib Rajak (TODAYonline)

Najib menambahkan, bergerak menuju ke arah selatan tepatnya ke arah Johor, dimana elemen terkaya budaya Melayu tercermin disini dengan Stasiun Muar yang terinspirasi oleh rehal dimana secara tradisional digunakan untuk menempatkan Quran saat siswanya belajar membaca. Menurutnya untuk membuat desain masing-masing stasiun HSR di Malaysia dilakukan lewat penelitian esktensif dan upaya substansial sebelum direalisasikan.

“Saya secara pribadi telah terlibat dan memastikan bahwa setiap desain stasiun mempertahankan refleksi kuat atas identitas dan warisan Malaysia, meski tak melupakan kesan modern dan futuristik,” kata Najib.

Baca juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia

HSR sendiri akan menghubungkan beberapa kota di Malaysia, seperti Kuala Lumpur, Bangi dan Putrajaya, Seremban, Malaka, Muar, Batu Pahat, Iskandar Puteri dan Singapura. Proyek ini digambarkan sebagai game charger untuk Malaysia dan Singapura dimana waktu tempuh antara kedua negara ini nantinya hanya ditempuh 90 menit dengan kereta api cepat.

Dalam pembangunan HSR, Najib mengatakan, pembebasan lahan akan dimulai pada 1 November 2017 dan Ia akan bertemu dengan masyarakat sekitar yang terkena imbasnya. Najib mengatakan, dalam tiga bulan masyarakat bisa menyampaikan keprihatinannya dan memberikan umpan balik sebelum daerah tersebut selesai untuk diakuisisi di pertengahan tahun 2018.

“Dalam proses pembekuan lahan, kita akan melihat area seluas 500 meter di sepanjang jalur dari Bandar Malaysia sampai ke Iskandar Puteri di Johor. Tanah tersebut akan dipersempit menjadi 50 meter saat selesai,” kata chief executive untuk MyHSR Corp Mohd Nur Ismal Mohamed Kamal.

“Sejak awal, HSR KL-Singapore tidak hanya merupakan proyek transportasi. Proyek itu juga berfokus pada penyediaan kesempatan kerja yang signifikan dan tak terbatas untuk kepentingan pemerintah, “katanya. HSR KL-Singapura dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.