Stasiun Labuan di Medan, Jalur Pertama Perkeretaapian Sumatera Utara

Namanya memang terdengar rancu, lantaran ada nama Stasiun Labuan yang ada di Pandeglang, padahal kedua stasiun ini berbeda. Dimana Stasiun Labuan dengan kode LBU tersebut berada di Medan Belawan, kota Medan, Sumatera Utara, sedangkan Stasiun Labuan yang satunya berada di Pulau Jawa dan sudah tak lagi aktif alias alurnya sudah tak ada lagi.

Baca juga: Stasiun Labuan, Pernah Jadi Stasiun di Paling Ujung Barat Pulau Jawa

Meski begitu stasiun-stasiun yang ada di kota medan beserta jalurnya juga masih aktif dan beroperasi hingga kini. Salah satu stasiun yang akan dibahas KabarPenumpang.com dan masih aktif adalah Stasiun Labuan.

Dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Labuan sendiri masuk dalam Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara dan Aceh. Stasiun ini sendiri merupakan yang pertama di jalur kereta api Deli Spoorweg Maatschapijj (DSM) yang menghubungkan Labuan dengan Belawan.

Stasiun ini merupakan kelas dua dan berada di ketinggian +2,30 meter di atas permukaan laut. Memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 sepur lurus. Stasiun ini aktif namun tidak mengangkut penumpang melainkan bahan bakar minyak (BBM) menuju ke Medan.

Sebab satu kilometer ke arah utara stasiun terdapat percabangan menuju ke Depot Pertamina Labuan. Di Stasiun Labuan sendiri pada November 2018 kemarin terlaksana kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh PT KAI Divre I Sumut dan Aceh.

Bakti sosial pemeriksaan kesehatan tersebut mengadirkan RailClinik untuk diperkenalkan kepada masyarakat sekitar Stasiun Labuan. Diketahui, menjadi jalur pertama yang dibangun DSM karena saat itu, Labuan masih menjadi pust pemerintahan Sultan Deli.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik

Bahkan saat itu Kesultanan Deli melarang warga Melayu menjadi buruh kasar dan kuli-kuli yang di datangkan dari Cina-lah yang didatangkan untuk membangun rel-rel di jalur tersebut. Jalur Labuan-Medan sendiri dibangun merupakan jalur perkotaan pertama yang dibuat dengan panjang sekitar 16,7 km. Pada awalnya terdapat tiga Lokomotif B 2t 1067 “Sumatra” yang dibuat oleh perusahaan Belanda Hohenzollern untuk kebutuhan sarana di jalur yang dioperasikan oleh DSM tersebut.