Saturday, February 24, 2024
HomeAnalisa AngkutanSulap Pesawat Komersial Jadi Pesawat Militer Jadi Cara Terbaik Selamatkan Maskapai?

Sulap Pesawat Komersial Jadi Pesawat Militer Jadi Cara Terbaik Selamatkan Maskapai?

Mengkonfigurasi ulang (menyulap) pesawat komersial menjadi peruntukan militer tentu bukan barang baru. Namun, mengubahnya di momen yang tepat seperti di pandemi Covid-19 seperti sekarang ini tentu jarang. Padahal, langkah tersebut sangat dibutuhkan maskapai. Memang tidak menyelematkan bisnis mereka secara keseluruhan, tetapi sedikit memperbaiki kinerja keuangan. Seperti yang dialami Air India baru-baru ini.

Baca juga: Ngeri! Begini Detik-detik Pengisian Bahan Bakar Udara-ke-Udara Pertama Kali

Virus Corona membuat langit menjadi lebih sepi akibat turunnya frekuensi penerbangan. Menurut Cirium, sebuah perusahaan riset terkait industri di dunia penerbangan, mencatat lebih dari 17 ribu pesawat nganggur di seluruh dunia atau yang terendah sejak 26 tahun.

Mayoritas dari mereka tersebar di banyak tempat di beberapa bandara di negara masing-masing. Bahkan, beberapa maskapai seperti Singapore Airlines dan British Airways, sampai harus menggrounded armada mereka ke bandara di negara lain, mulai dari Australia hingga Perancis, karena di negara mereka bandara yang ada tak lagi menampung saking banyaknya pesawat yang nganggur.

Padahal, dalam kondisi menganggur sekalipun, pesawat tetap harus mendapat perawatan agar pesawat siap beroperasi ketika digunakan, seperti pengecekan pada sistem hidrolik, sistem avionik pesawat, sistem pendingin udara, mesin, ban, komponen elektronik yang jumlahnya begitu banyak, dan bagian-bagian lainnya.

Tak cukup sampai di situ, untuk mencegah menumpuknya debu serta burung yang bersarang, mesin serta bagian lain pesawat yang terdapat lubang, termasuk ban pesawat pun juga ditutup dengan kain, plastik, atau media lainnya. Interior pesawat juga tak luput dari perhatian.

Selama pesawat di-grounded, seluruh kaca pesawat ditutup dengan tirai. Fungsinya, akan sinar matahari tak masuk ke dalam dan membuat bagian dalam menjadi lembab. Lantai, in flight entertainmet, sistem penerangan, hingga sarung kursi pun juga tetap rutin dicek.

Maka dari itu, menggrounded pesawat akan membuat maskapai bak sudah jatuh tertimpa tangga. Sudahlah tidak menghasilkan dan perputaran bisnis melambat, pesawat yang digrounded tetap memaksa maskapai untuk mengeluarkan uang. Tentu akan sangat merugikan maskapai.

Karenanya, seperti dikutip dari Indomiliter.com, apa yang dialami oleh Air India, dimana maskapai menerima setidaknya Rs1,4 miliar atau sekitar US$19 juta dari Kemhan India, atas akuisisi enam unit A320 mangkrak milik Air India untuk dikonversi menjadi pesawat Airborne Early Warning & Control (AEW&C), tentu menjadi sebuah berkah serta langkah yang mungkin bisa diikuti oleh negara lain.

Disebutkan, oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation), lembaga litbang di bawah Kementerian Pertahanan India, keenam pesawat itu akan dipasangkan radar dan sensor terintegrasi dengan otoritas pertahanan India.

Belum jelas, apakah keputusan mengonversi enam unit A320 milik AU India ini akan menggantikan rencana DRDO sebelumnya, dimana pada awalnya akan mengusung platform Airbus A330 sebagai pesawat tanker plus AWACS.

Baca juga: Pensiun Angkut Penumpang, Boeing 747-400 Dikonversi Jadi Pesawat Pemadam!

Bila kelak AU sukses mengonversi A320 menjadi pesawat AEW&C, maka ini menjadi yang pertama di dunia di keluarga A320, sekaligus menjadi pencapaian penting bagi pihak Airbus.

Bagi Air India, kerjasama ini jelas sangat memberikan dampak positif ke perusahaan. Sebelumnya, Air India sempat dikabarkan bakal bangkrut pada Juni lalu. Selain operasional terhenti akibat virus Corona, maskapai itu diketahui juga mempunyai utang dalam jumlah besar dan urgent untuk diselesaikan satu per satu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru