Sydney-London, Rute Bus Terpanjang di Dunia! Perjalanan Butuh 132 Hari

0
Bus Albert rute Sydney-London. Foto: Albert the Albion Bus - blogger

Qantas melalui Project Sunrise akan menghubungkan Sydney dengan London non-stop dalam waktu dekat. Program ambisius maskapai nasional Negeri Kanguru ini nantinya akan menyediakan layanan penerbangan ultra jarak jauh non-stop 21 jam dari Pantai Timur Australia ke kota-kota besar dunia bukan hanya London, namun juga New York, dan Sao Paulo.

Baca juga: TransJakarta Mulai Uji Coba Komersial Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M

Atas program tersebut, sekalipun belum diluncurkan (seharusnya diirilis pada Maret lalu), Qantas boleh saja berbangga diri. Namun, di masa lalu, rute sejauh itu rupanya juga pernah digarap. Bukan oleh maskapai pesaing, melainkan dijajaki oleh bus Double Decker yang dikenal sebagai Albert.

Dilansir curlytales.com, laporan Central Western Daily, cerita perjalanan rute bus terpanjang di dunia ini dimulai oleh seorang traveler asal Inggris, Andy Stewart. Pada tahun 1968, ia memutuskan membeli bus tersebut untuk melakukan perjalanan dari Sydney ke London melalui India.

Pada 8 Oktober 1968, bus Albert pun memulai perjalanan dari Martin Place, Sydney dengan 13 penumpang untuk menempuh perjalanan hampir 16.000 kilometer. Setelah 132 hari, perjalanan panjang melewati 14 negara, Belgia, Jerman Barat, Austria, Yugoslavia, Bulgaria, Turki, Iran, Afghanistan, Pakistan Barat, India (termasuk kota Delhi, Agra, Allahabad, Benaras dan akhirnya Kolkata), Burma (Myanmar), Thailand, Malaysia, dan Singapura, bus Albert akhirnya tiba di London, Inggris pada 17 Februari 1969.

Bus Albert rute Kolkata-London. Foto: curlytales.com

Seiring berjalannya waktu, Albert bus pun melayani Kolkata-London secara terpisah, dari yang seharusnya menjadi bagian dari perjalanan Sydney-London. Menurut sebuah laporan, rute London-Kolkata-London diberi nomor 12, 13, 14, dan 15. Sedangkan Rute London-Sydney non-stop diberi nomor 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.

Dari sini, bus Albert seolah mempunyai lebih dari satu armada. Hanya saja, tak diketahui secara persis, berapa banyak armada yang beroperasi untuk menjajaki rute-rute tersebut.

Yang pasti, selama beroperasi, Albert telah menyelesaikan sekitar 15 perjalanan antara Kolkata (India)-London (Inggris) dengan tarif sebesar 145 Poundsterling (cukup besar untuk ukuran saat itu) dan empat perjalanan antara London (Inggris)- Sydney (Australia) hingga tahun 1976, dengan tarif yang tak diketahui secara pasti.

Selama beroperasi, bus tersebut telah melintasi hampir 150 perbatasan tanpa pengawasan ketat dan dijuluki sebagai ‘duta besar yang ramah’ di semua negara yang dilewatinya.

Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial

Sebagai bus yang melahap rute terpanjang di dunia, bus Albert dilengkapi dengan berbagai fitur mewah seperti ruang baca dan makan di dek bawah serta ruang observasi (untuk menikmati pemandangan), dapur, sleeping bed, hingga karoeke di dek atas. Selain itu, bus juga dilengkapi dengan penghangat dan pendingin, sesuai dengan kondisi lingkungan dimana bus berada. Dengan begitu, para penumpang dijamin tidak akan bosan selama perjalanan.

Lagi pula, berbeda dengan perjalanan Sydney-London via udara yang pada umumnya hanya melihat awan, perjalanan rute tersebut via darat oleh bus Albert dijamin tak akan membosankan, dengan suguhan pemandangan menarik dan cantik dari destinasi favorit di berbagai negara di dunia, seperti Golden Horn di Istanbul, the Peacock Throne di Delhi, the Taj Mahal di Agra, Benaras di Sungai Gangga, pantai Laut Kaspia, Blue Danube, Draconian Pass, Lebah Rhine, Kyber Pass and Kabul Gorge; termasuk beberapa hari untuk berbelanja di beberapa destinasi wisata, seperti New Delhi, Kabul, Istanbul, Tehran, Vienna, dan Salzburg.

Leave a Reply