Thursday, February 22, 2024
HomeAnalisa AngkutanTaildragger vs Tricycle Landing Gear: Ini Perbedaan-Persamaan dan Keunggulan-Kekurangannya

Taildragger vs Tricycle Landing Gear: Ini Perbedaan-Persamaan dan Keunggulan-Kekurangannya

Landing gear atau roda pendaratan menjadi salah satu komponen paling penting pada pesawat terbang, baik saat di darat maupun di udara, sebelum lepas landas, ketika lepas landas dan turun landas, sampai mendarat dengan sempurna di runway dan parkir di apron.

Baca juga: Desain Pesawat Sayap Tinggi vs Sayap Rendah: Ini Perbedaan-Persamaan dan Untung-Ruginya

Meski pada umumnya saat ini landing gear jenisnya berupa tricycle atau dua roda pendaratan di belakang dan satu di depan, tetapi, setidaknya ada dua jenis landing gear lain di dunia.

Dua itu, tandem landing gear (biasanya dua main gear dan tail gear sejajar seperti pada pesawat B-52 Stratofortress, disebut juga sebagai quadricycle) dan satu lainnya yakni conventional atau taildragger atau biasa juga disebut tailwheel-type landing gear.

Dari tiga jenis landing gear di atas, tandem landing gear atau quadricycle jarang ditemui. Karenanya, dalam tulisan ini redaksi akan fokus head to head antara roda pendaratan taildragger vs roda pendaratan tricycle, baik itu persamaan-perbedaan serta kelebihan dan kekurangannya.

Dilansir monroeaerospace.com, perbedaan antara kedua jenis landing gear itu ada pada penempatan rodanya. Pada tricycle landing gear, main gear hanya ada satu roda dan tail gear di belakang punya dua roda pendaratan. Bisa dibilang, pada tricycle landing gear, main landing gearnya di berada di belakang.

Sedangkan taildragger justru sebaliknya, main gear memiliki dua roda dan tail gear di belakang hanya satu roda pesawat.

Perbedaan lainnya yaitu, pada tricycle landing gear, navigasi pesawat (belok kanan-kiri) berada di depan. Sedangkan pada taildragger navigasinya berada di tail gear atau roda pendaratan di belakang.

Didasari pada penggunaannya, taildragger bisa dibilang hanya digunakan oleh pesawat kecil atau perintis dan pesawat lawas, seperti pesawat Perang Dunia II. Sedangkan roda pendaratan tricycle digunakan oleh hampir seluruh jenis pesawat saat ini, mulai dari pesawat komersial, kargo maupun penumpang, militer, pesawat kecil, pesawat besar, sampai lain sebagainya.

Meski lebih mudah ditemui di pesawat-pesawat komersial maupun militer pada saat ini, rupanya, di kalangan pilot, taildragger landing gear lebih populer atau mungkin bisa dibilang lebih favorit.

Disebutkan, banyak pesawat yang ada saat ini -terutama pesawat komersial- bobotnya cukup berat. Mereka berisi penumpang dan kargo yang menggeser pusat gravitasi pesawat ke arah belakang. Dalam kondisi ini, taildragger landing gear disebut dapat menopang pesawat lebih baik berkat tail gear atau roda sekunder di belakang.

Selain itu, dari segi keunggulan pesawat dengan roda pendarat taildragger biasanya lebih mudah ditangani daripada pesawat dengan roda pendarat roda tiga. Landing gear, tentu saja, tidak memengaruhi cara pesawat ditangani selama penerbangan. Ini hanya mempengaruhi kinerja pesawat saat lepas landas dan mendarat.

Baca juga: Jadi Salah Satu Bagian Terpenting Pesawat, Begini Cara Kerja Landing Gear

Meskipun demikian, roda pendarat taildragger disebut memungkinkan pilot untuk mengontrol pesawat lebih mudah saat lepas landas dan mendarat karena penempatan tail gearnya. Sedangkan tricycle landing gear sebaliknya.

Tetapi, tricycle landing gear memiliki kelebihan berupa lebih rigid dan stabil digunakan untuk pesawat-pesawat besar dibanding roda pendarat taildragger.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru