Tak Ada Bantal di Kereta Eksekutif, PT KAI: Ini Masih Kajian dan Tengah Dievaluasi

0
Kereta kelas eksekutif (tempo.co)

Kalau kata pepatah, ada harga ada barang sama seperti beli tiket moda transportasi dengan bayar mahal dapat fasilitas yang seimbang. Namun apa jadinya jika sudah bayar mahal tetapi tiba-tiba fasilitas yang didapat berkurang dan tanpa pemberitahuan di awal sebelumnya serta tersadar setelah membeli?

Baca juga: “Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium

Ini baru saja dirasakan oleh para penumpang kereta eksekutif yang kehilangan bantal ketika duduk di kursi mereka dan hanya mendapatkan selimut. Hal tersebut kemudian menjadi pembicaraan di media sosial seperti Twitter di mana penumpang mengeluhkan tindakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menghilangkan bantal di kelas eksekutif.

Tak hanya menghilangkan batal, penumpang yang ingin bantal harus merogoh kocek Rp10 ribu untuk menyewa bantal berwarna abu-abu dengan ukuran sedikit lebih besar dari yang sebelumnya diberikan secara cuma-cuma. Beberapa warganet yang juga penumpang kereta api mengaku kecewa atas tindakan ini.

Pasalnya biaya yang dikeluarkan untuk membeli tiket kereta eksekutif tidaklah murah dan mereka menyebutkan pemberian bantal di kelas eksekutif adalah servis sepele. Para penumpang ini kemudian juga banyak bertanya kepada akun Twitter @kai121_ terkait masalah tersebut.

KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, karena pertanyaan terkait bantal banyak diajukan penumpang, KAI melalui kun Twitternya @kai121_ menjawab tidak adanya fasilitas bantal karena tengah ada perbaikan desain kursi penumpang kereta eksekutif. Oleh karena itu, tidak lagi memerlukan bantal seperti sebelumnya.

“Selamat pagi Bapak Wahyu dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Mulai tanggal 1 Januari 2020 fasilitas bantal di KA Eksekutif sudah tidak tersedia. Hal tersebut dilakukan karena saat ini PT. KAI terus melakukan peremajaan dan memperbaiki desain tempat duduk kereta agar menjadi lebih nyaman dan lebih leluasa. Trims,” demikian jawaban @kai121_ kepada akun @wahyzul.

Bahkan di Twitter pun tersebar potongan pesan yang berisi instruksi peniadaan bantal sebagai hasil dari rapat yang sudah berlangsung 17 Desember 2019 kemarin. Penjelasan PT KAI Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, VP Public Relation PT KAI Yuskal Setiawan menjelaskan, kebijakan itu masih dalam proses evaluasi.

“Sementara kan masih dalam kajian. Masih dievaluasi, masih dipelajari dulu seperti apa. Ini kan tahapannya baru mau, semuanya masih ada, di lapangan masih ada. Masih ada, fasilitas itu masih ada. Masih ada dan masih diberlakukan sesuai dengan existing,” kata Yuskal yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, Senin (6/1/2020).

Yuskal menjelaskan, PT KAI masih mengkaji sejumlah aspek sehingga kebijakan itu ditarik. Salah satunya, ketersediaan kursi dengan desain baru yang belum mencapai 100 persen di semua kereta eksekutif.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

“Artinya kan tidak hanya aspek krusial seperti kursi 100 persen belum selesai semua. Tapi ada kajian-kajian lain. Kan masih kami evaluasi, penumpang membutuhkan apa lagi. Jadi intinya kebijakan itu ditarik, tidak ada pemberlakuan bantal di kereta. Jadi belum ada pemberlakuan penarikan semuanya masih ada. Masih, masih ada,” kata Yuskal.

Leave a Reply