Tak Hanya Bandara Kabul, Bandara Kandahar Afghanistan Juga Pernah Diserang Bom Bunuh Diri

0
Bom bunuh diri di luar Bandara Kabul, Afghanistan, sedikitnya menewaskan 85 orang, termasuk 13 tentara AS. Foto: Aljazeera

Sedikitnya 85 orang tewas, termasuk 13 marinis AS, dalam serangan bom bunuh diri yang didalangi ISIS di luar gerbang Bandara Kabul, Afghanistan, baru-baru ini. Meski begitu, tentu, bom bunuh diri yang menjadikan bandara sebagai targetnya bukan pertama kali terjadi di negara kaya mineral ini.

Baca juga: Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

Laporan BBC, pada tahun 2015, Bandara Kandahar, 500 km dari Kota Kabul, pernah mendapat serangan bom bunih diri. Menariknya, bila insiden bom bunuh diri di Bandara Kabul dilakukan oleh ISIS dan Taliban serta Amerika Serikat (AS) sebagai korbannya, pada insiden bom bunuh diri di Bandara Kandahar, Taliban adalah pelakunya.

Hal yang membedakan lainnya, bila saat itu serangan bom bunuh diri didahului oleh peringatan keras melalui video di situs Taliban, serangan bom bunuh diri di Bandara Kabul tidak didahului oleh apapun, mengingat Afghanistan, baik Taliban maupun tentara sekutu, tengah sibuk melancarkan proses evakuasi di sana.

Disebutkan, serangan bom bunuh diri di Bandara Kandahar dimulai dengan menerobos barikade keamanan dan masuk ke area gedung sekolah tua yang disulap jadi pertokoan di area bandara. Tentara Afghanistan dan sekutu pun langsung menghujani mereka dengan peluru tajam dan dibalas hal serupa oleh pejuang Taliban selama berjam-jam.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebut, insiden bom bunuh diri di Bandara Kandahar menewaskan 50 orang, terdiri dari warga sipil, pasukan keamanan, dan 11 pejuang Taliban. Sementara itu, 35 orang dilaporkan luka-luka.

Pada tahun 2018 silam, insiden bom bunuh diri dengan menjadikan Bandara Internasional Hamid Karzai atau Bandara Kabul sebagai targetnya juga pernah terjadi. Saat itu, 14 nyawa melayang dan 60 orang lainnya luka-luka.

Tahun 2013, bom bunuh diri juga terjadi. Walau begitu, insiden di tahun ini tidak ada berhasil menewaskan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO ataupun warga sipil.

Tahun 2011 serangan bom bunuh diri terjadi di dekat Bandara Kabul. Sejak insiden di tahun ini, tidak ada lagi serangan bom bunuh diri yang menewaskan tentara AS dalam sehari lebih banyak dari serangan bom bunuh diri pada 26 Agustus 2021 kemarin.

Dilansir Reuters, Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan satu ledakan terjadi di dekat Gerbang Abbey Bandara Kabul dan ledakan lainnya di dekat Hotel Baron. Dua pejabat AS mengatakan, dari dua itu, salah satu di antaranya berasal dari bom bunuh diri.

Baca juga: Diburu Taliban Gegara Bersekutu dengan AS, Dua Cerita Pelarian Warga Afghanistan Ini Bikin Merinding!

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, sendiri beberapa hari lalu pernah mengancam akan memberangus Taliban andai berani menyerang bandara atau mengganggu kepentingan AS dalam mengevakuasi warganya, diplomat, dan warga negara Afghanistan yang bersekutu dengannya selama 20 tahun operasi di negara itu.

Sayangnya, pada insiden bom bunuh diri di luar gerbang Bandara Kabul, di tengah kerumunan warga Afghanistan yang ingin melarikan diri, dan menewaskan 13 tentara AS kemarin bukan didalangi Taliban, melainkan ISIS. Karenanya, apakah Joe Biden akan mengerahkan pasukan keamanan dalam jumlah besar menyikapi hilangnya nyawa warga negara AS?