Tak Hanya Dampak Positif, Merger GoTo Juga Punya Dampak Negatif

0
GoTo logo baru merger GoJek dan Tokopedia (kompas.com)

Akhirnya merger terjadi antara GoJek dan Tokopedia setelah setahun terakhir berhembus keduanya akan bersatu. Dua perusahaan terbesar di Indonesia ini menyebut merger mereka dengan GoTo dan akan saling melengkapi untuk berbagi layanan kepada konsumen mulai daridari e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi, hingga keuangan.

Baca juga: Hadirkan Pembersih Udara di GoCar, GoJek Beri Kenyamanan Penumpang dan Pengemudi

Namun, dalam merger ini, pasti ada sisi positif dan negatif untuk keduanya. Bahkan bila dilihat untuk dampak positifnya GoTo akan lebih banyak dibandingkan dengan dampak negatifnya. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, ada beberapa dampak positif salah satuny adalah meningkatnya pangsa pasar dan valuasinya yang bisa mencapai sekitar Rp284 triliun hingga Rp355 triliun.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, selain mengingkatkan pangsa pasar, bila GoTo melakukan penawaran saham ke publik (Initial Public Offering/IPO), maka pendanaan yang mereka himpun bisa lebih besar. Pasalnya pada kondisi ini, ada duakemungkinan yakni meningkatkan promo hingga diskon tarif kepada pengguna tetapi juga bisa promo menjadi terbatas karena perusahaan berorientasi kepada profit alias keuntungan karena saham yang sudah dipegang oleh publik.

Dari merger ini juga ada kemungkinan kedua perusahaan mengembangkan kelogistikan yang terintegrasi. Di mana tetap ada ongkos kirim tetapi lebih murah bagi pengguna dan khusus pengiriman barang belanjaan di Tokopedia bisa memanfaatkan jaringan pengiriman GoJek.

Ada pula sistem pembayaran dan pinjam meminjam bisa semakin kuat dan gencar ditawarkan pada pengguna. Meski ada beberapa dampak positif, nyatanya pasti ada sisi negatifnya dari merger GoTo ini.

Bhima mengatakan, belajar dari perkembangan perusahaan digital di Cina yang dikuasai oleh segelintir pemain besar. Hal ini bisa memicu terciptanya persaingan yang kurang sehat.

“Ini bisa mengulang kasus di Cina, mungkin tidak mirip, tapi hampir sama, di mana salah satu kelemahan sistem digital yang terintegrasi ke segelintir pemain, itu bisa menghambat inovasi pemain baru. Masalah lain antitrust terkait monopoli pasar digital,” katanya.

Menurutnya, bila pasar digital sudah terlanjur dikuasai pemain besar, maka pemain kecil akan sulit berkembang. Sekalipun mereka berani masuk ke pasar dan punya inovasi yang bagus, belum tentu hal itu dilirik pasar karena sudah bergantung pada ekosistem yang lebih luas dari pemain-pemain besar.

“Ini membuat switching cost orang untuk pindah dari satu platform ke platform lain menjadi mahal, sulit,” ujar Bhima.

Sementara Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nailul Huda melihat dampak jangka pendek merger Gojek dan Tokopedia sudah pasti akan menguntungkan konsumen. Sebab, mereka akan semakin mengambil hati pasar dulu.

Baca juga: Bila GoJek dan Tokopedia Melakukan Merger, Bakal ada Dampak Positif

“Konsumen akan diuntungkan dengan adanya persaingan dalam hal harga, seperti diskon, gratis ongkir, hingga cashback, yang saya rasa masih akan digunakan untuk bersaing,” tutur Huda.

Tapi dalam jangka panjang, menurutnya, cara bersaing yang seperti ini justru tidak sehat. Pasalnya, hanya dirajai oleh pemain-pemain besar saja.

Leave a Reply