Tak Hanya Diserbu Pilot, Microsoft Flight Simulator 2020 Juga Diserbu Traveller yang Kangen Liburan

0
Tampilan Microsoft Flight Simulator 2020. Foto: Wccftech

Sejak pertama kali dirilis pada 1980 lalu, diikuti Microsoft Flight Simulator X pada 2006, game spin-off pada tahun 2012, dan Microsoft Flight Simulator X: Steam Edition pada 2014, tak sekalipun games tersebut mendapat respon tinggi masyarakat; sampai akhirnya Microsoft Flight Simulator 2020 yang dirilis pada 18 Agustus lalu sukses di pasaran.

Baca juga: Maskapai Jepang Tawarkan Terbang Keliling Dunia Hanya Rp800 Ribuan, Masih Belum Minat?

Dilansir onmsft.com, selang dua pekan setelah peluncuran, Microsoft Flight Simulator 2020 sudah diunduh oleh 1 juta pengguna. Jumlah pemain ini membuat Microsoft Flight Simulator 2020 menjadi game Xbox Game Pass untuk PC dengan jumlah pemain terbesar dalam sejarah Microsoft. Umumnya mereka yang mengunduh adalah pilot, namun, tak sedikit orang awam (traveller) yang menikmati game simulasi penerbangan pesawat teranyar besutan Xbox Game Studios ini. Salah satunya Arif Bacchus.

Seorang traveller yang tak mempunyai latar belakang aviasi ini, mengaku menjajal Microsoft Flight Simulator karena tak ada pilihan lain untuk memenuhi hasrat berlibur kecuali dengan game tersebut. Pasalnya, dibanding VR atau memaksa berlibur dengan sederet protokol kesehatan dan karantina 14 hari setelah sampai di tempat tujuan, Microsoft Flight Simulator jauh lebih masuk akal untuk bisa melihat dunia dan merasakan kembali sensasi terbang.

Guna mengakomodir latar belakang beragam pengguna, Microsoft Flight Simulator menawarkan tiga preset, all assists, middle-ground, dan true-to life atau bisa dibilang otomatis, semi-otomatis, dan manual. Dalam kasus Arif Bacchus, ketidaktahuannya di bidang aviasi, khususnya cara menerbangkan pesawat, membuatnya mengambil mode all assists.

Di mode ini, ia cukup menekan tombol Y dan B untuk melepaskan parking brake, throttle up pesawat, meluncur di runway, dan menarik yoke untuk mengudara. Sudah itu, ia dapat menaikkan atau menurunkan ketinggian yang diinginkan dan menikmati dunia bersama pesawat favorit serta lepas landas dan landing di bandara idaman.

Bagi mereka yang sudah mengetahui cara menerbangan pesawat (pilot), Microsoft Flight Simulator 2020 setidaknya menyediakan delapan hal yang bisa dimanfaatkan untuk melatih skill menjadi penerbang, di antaranya basic controls and the cameras, altitudes, instruments take-off and level flight, landing, following traffic patterns, dan navigation.

Saat ini, Microsoft Flight Simulator 2020 bisa diunduh di platform Steam untuk smartphone serta Microsoft Store dan Xbox Game Pass untuk PC. Ada tiga versi Microsoft Flight Simulator 2020 yang ditawarkan, yakni Standard, Deluxe, dan Premium Deluxe. Di antara ketiganya, versi Standard memiliki harga yang paling terjangkau, yakni sebesar Rp790.000.

Baca juga: Curhat Pilot Senior Akibat Pandemi, Jam Terbang Rendah, Serba Lupa, dan Seperti Pertama Kali Terbang

Sementara versi Deluxe memiliki banderol harga Rp1.180.000 dan versi Premium Deluxe dengan harga tertinggi yakni sebesar Rp1.580.000. Pembeli versi Standard akan mendapatkan satu buah kopi game Microsoft Flight Simulator 2020 dengan lisensi kepemilikan game digital (Digital Ownership).

Sedangkan, pembeli versi Deluxe bakal mendapatkan bonus berupa lima buah bandara tambahan serta lima buah model pesawat baru. Seperti Deluxe, pembeli Microsoft Flight Simulator 2020 versi Premium Deluxe juga bakal mendapatkan konten ekstra, namun jumlahnya lebih banyak, terdiri dari 40 bandara internasional serta 30 model pesawat terbang.

Untuk pengalaman terbaik, Steam dan Microsoft Store sendiri memberikan panduan  spesifikasi minimum untuk Microsoft Flight Simulator 2020. Lengkapnya sebagai berikut.

OS: Windows 10 versi 18362.0 atau lebih tinggi

DirectX: versi 11

CPU: Ryzen 3 1200 / Intel Core i5-4460

GPU: Radeon RX 570 / NVIDIA GTX 770

VRAM: 2GB

RAM: 8GB

HDD: 150GB

Bandwidth internet: 5 Mbps

 

Leave a Reply