Takut Data Pribadi Anda Diretas, Ini Dia Fakta dan Tips Untuk Mencegahnya!

Sumber: istimewa

Kejahatan cyber dewasa ini memang tengah marak diperbincangkan di banyak negara. Tindak peretasan data pribadi menjadi salah satu permasalahan yang kerap kali muncul ke permukaan. Tentu saja, orang-orang yang diretas data pribadinya – biasanya melalui akun-akun yang terhubung langsung ke smartphone – merasa dirugikan dan menuntut keadilan.

Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Lalu, bagaimana jika suatu saat Anda hendak bepergian ke luar negeri namun ingin data pribadi Anda tetap aman? Sebagai langkah awal, Anda bisa memasang password di smartphone untuk mencegah hacker mengenkripsi data pribadi Anda. Untuk langkah selanjutnya, berikut KabarPenumpang.com lansir beberapa fakta dan tips untuk melindungi data pribadi Anda versi laman choice.com.au (6/9/2017).

Petugas Perbatasan Tidak Punya Waktu untuk Menelusuri Data Anda
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Mungkin peribahasa ini tepat untuk menggambarkan situasi petugas perbatasan yang berada di seluruh dunia, mereka memiliki caranya masing-masing untuk memeriksa siapa saja yang hendak masuk ke suatu negara. Ambil contoh di Amerika Serikat, dimana petugas Customs and Border Protection berhak memeriksa seluruh perangkat digital yang Anda bawa, termasuk laptop dan smartphone.

Anda bisa saja menolak untuk diperiksa, namun pastikan diri Anda kuat untuk menghadapi fase interogasi, sebagaimana yang dikatakan oleh Daniel Victor dari The New York Times. “Mereka bisa saja meminta Anda untuk mematuhi peraturan yang berlaku secara sukarela, namun sebagai wisatawan, janganlah Anda menolak pemeriksaan tersebut karena akan memberikan pengalaman yang kurang nyaman bagi Anda,” tuturnya.

Dalam sebuah artikel yang ditulis Victor baru-baru ini, tercatat seorang wisatawan yang harus diinterogasi dan ditahan berjam-jam karena ia menolak untuk memberikan akses kepada petugas perbatasan untuk memeriksa perangkatnya. “Saya tidak mengetahui apakah perangkat tersebut disita atau dilarang masuk ke Amerika Serikat,” imbuhnya.

Sementara itu, Chris Christensen dari laman Amateur Traveller mengatakan, “Jika Anda berpikir para petugas perbatasan memiliki waktu untuk menelusuri perangkat Anda, mungkin Anda belum pernah mengantri lama di jalur imigrasi,” ungkap Chris yang diketahui  sudah menyuarakan pernyataannya ini sejak tahun 2005 silam. “Walaupun pemberitaan ini sudah tersebar luas, namun saya dapat menyangkalnya. Karena petugas perbatasan berusaha untuk menyisir semua penumpang yang datang ke Amerika, bukan hanya Anda saja,” terangnya.

Pengalaman lain mencantumkan bahwa petugas perbatasan hanya memeriksa apakah perangkat yang kita bawa bukanlah berupa ancaman seperti bom yang didesain seperti laptop, dan para petugas tersebut tidak memiliki waktu untuk mencari tahu data penting yang Anda bawa.

Hapus Data Sensitif saat Melintasi Perbatasan
Laman Wired, The Verge, hingga New York Times telah memberikan panduan untuk mengamankan data saat Anda melintasi daerah perbatasan. Isinya sangatlah sederhana dan semuanya hampir menyuarakan pendapat yang sama, “Menggunakan enkripsi merupakan tindakan pengamanan yang bagus, namun menghapus data sensitif merupakan tindakan yang lebih baik.”

Salah seorang pakar keamanan, Patrick Gray mengatakan, “Jangan membawa data penting ketika hendak melintasi perbatasan internasional jika Anda tidak ingin pemerintah negara yang bersangkutan mengetahui data tersebut.”

Lebih lanjut, jurnalis teknologi, Tom Merritt mengatakan janganlah menyimpan data penting terlalu “dalam”. “Tindakan tersebut bisa saja menimbulkan kecurigaan bagi petugas perbatasan,” tambah Tom. “Saran tersebut saya tujukan bagi siapa saja yang ingin data pribadinya tetap aman, namun kebanyakan orang tidak pernah khawatir jika hendak melintasi petugas perbatasan.” tutupnya.

Baca Juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan

VPN dan USB
Harap berhati-hati jika Anda hendak menyambungkan koneksi ke jaringan WiFi gratis yang tersedia di tempat-tempat umum, seperti bandara dan hotel, karena bisa saja ada hacker yang mencoba meretas data penting Anda melalui jaringan Virtual Private Network (VPN) yang sama. Usahakan untuk tidak menggunakan layanan Free WiFi jika tidak ingin data privasi Anda diretas. Penting juga untuk tidak sembarang menggunakan stasiun pengisian daya publik (charging station), karena dikhawatirkan hacker dapat meretas dan menyuntikkan virus yang dapat merusak perangkat lunak Anda.

Gunakan Cloud
Maksimalkan layanan yang tersedia, seperti Cloud, dimana Anda bisa menyimpan data sensitif Anda. Selain itu, Cloud juga dapat mencegah data Anda hilang atau diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tidak disarankan juga untuk menyimpan cadangan data Anda di USB atau SD card karena bentuknya yang kecil, dan sangat rentan hilang dan rusak.