Takut Kena Tilang Elektronik? Yuk Pantau Keberadaan Kamera ETLE via Waze

Dengan diberlakukannya tilang elektronik lewat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), banyak pengendara lalu lintas yang bertanya, ruas jalan mana saja kah yang kini telah dipasangi kamera tilang elektronik tersebut? Maklum dari kabar yang ramai di media sosial, Polda Metro Jaya dikabarkan terus menambah kamera ETLE. Nah, selain memantau informasi lewat pemberitaaan, ada baiknya pengendaraa yang budiman memantau keberadan kamera ETLE lewat aplikasi.

Baca juga: Sterilisasai Jalur Busway Turun 4 Persen, TransJakarta dan Dirlantas Polda Metro Jaya Pasang ETLE

Persisnya aplikasi Waze Indonesia kini bisa memberikan titik-titik adanya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau kamera dengan sistem tilang elektronik. Wakil Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP I Made Agus Prasatya mengatakan, pemberitahuan informasi lokasi kamera ETLE melalui aplikasi Waze itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan meminimalisir pelanggaran yang terekam kamera.

Dia mengatakan ETLE tidak hanya berupa penegakkan hukum tetapi ada unsur preventif dan edukasi sehingga terwujudnya budaya tertib lalu lintas.

“Para pengendara akan mendapatkan pemberitahuan melalui aplikasi Waze ketika melintasi ruas jalan yang terpasang kamera ETLE. Aplikasi Waze pun dapat mendeteksi lokasi 12 kamera ETLE yang terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Tidak hanya (mendeteksi) satu (kamera ETLE) alam aplikasi Waze, tapi semua titik kamera terdeteksi dan tereksplorasi dalam layar,” kata Made yang dikutip dari kompas.com.

Saat ini diketahui ada 12 kamera ETLE yang dipasang pada sepuluh titik di Jakarta dan dilengkapi fitur canggih. Penerapan kamera fitur terbaru ini sendiri ternyata sudah berlaku sejak 1 Juli 2019 kemarin.

Berbeda dengan peranti lunak navigasi umumnya, Waze memberikan informasi dan peta berdasarkan masukan komunitas pemakainya. Informasi terkait kecelakaan, kemacetan, polisi dan bahaya berdasar kondisi nyata yang dilaporkan pengguna. Para Wazer atau sebutan pengguna Waze bisa melakukan pemutakhiran peta, penambahan tempat dan jalan baru termasuk mengkondisikan aturan dan alur lalu lintas di setiap jalan serta persimpangan.

Bahkan kamera-kamera ini memiliki jenis dan fungsi yang berbeda yakni ANPR (Automatic Number Plate Recognition) yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran marka dan lampu lalu lintas. Jenis kamera kedua adalah kamera check point yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan penggunaan ponsel oleh pengemudi mobil. Sementara itu, jenis kamera yang terakhir adalah kamera speed radar yang dikoneksikan dengan kamera check point untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang melintas.

Baca juga: Auckland Transportation Mulai Pasang CCTV di Jalur Bus Pusat Kota

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, uniknya, Waze memiliki tampilan berbeda dengan ikon yang mengikuti musim atau peristiwa seperti Natal, Paskah, Hallowen dan lainnya. Ikon baru akan muncul di peta dan memberikan poin tertentu jika pengemudi melewati jalur tersebut. Waze sendiri terhubung dengan Facebook, Foursquare dan Twitter.

Waze Ltd didirikan untuk pertama kali tahun 2008 lalu di Israel oleh Uri Levine, ahli perangkat lunak Ehud Shabtai dan Amir Shinar. Waze sendiri merupakan gabungan dari aplikasi navigasi dengan jejaring sosial dan permainan online. Waze kemudian diakuisisi oleh Google pada Juni 2013 untuk membantu dalam dunia bisnis pemetaan yang sebelumnya dimiliki Google.