Tangkal Pelecehan Seksual, Taksi dan Ojek Perempuan Bisa Jadi Solusi

cairoairportcab.com

Pelecehan seksual makin merajalela di negara-negara Asia Selatan ataupun di Timur Tengah seperti Mesir. Maraknya hal ini, membuat para pemilik taksi membuka mata untuk membuat taksi pink bagi perempuan. Tujuan utamanya adalah untuk menghindarkan para perempuan dari pelecehan seksual dan kenyamanan dengan pengemudi sejenis. Seperti Karachi, Pakistan, 23 Maret 2017 mendatang akan meluncurkan PAXI yakni Pink Taxi yang diluncurkan bagi pengguna taksi perempuan.

Dilansir dari pakobserver.net (13/4), transportasi bagi perempuan selalu menjadi masalah besar saat aan berangkat kerja, sekolah atau hal lainnya. Dengan adanya pink taksi ini, memudahkan pengguna untuk mendapatkan kenyamanan dalam perjalanannya. Hal ini dikarenakan taksi pink dikemudikan oleh pengemudi permepuan, selain aman, pengguna juga tidak akan takut dilecehkan oleh pengemudi.

Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna, adanya taksi pink ini juga memberikan peluang pekerjaan bagi para perempuan. Paxi ini akan diluncurkan dalam sebuah aplikasi yang bila menggunakan aplikasi, pengemudi akan langsung tiba di tempat penjemputan pengguna dengan waktu singkat.

http://tech2pk.com
http://tech2pk.com

Sayangnya, walau hadir dalam aplikasi, banyak masyarakat Karachi yang masih gagap akan teknologi maksudnya tidak menggunakan smartphone dalam kehidupannya. Namun, bagi pengguna yang tidak menggunakan smartphone, Paxi juga menyediakan layanan melalui call center dan SMS.

“Selain aplikasi, kita juga menyediakan call center untuk memudahkan pelanggan dapat menghubungi untuk memesan taksi,” ujar Zahid Sheikh, Ceo dan Co-Founder PAXI.

Nantinya, dalam pemesanan melalui call center, pengguna akan mendapatkan PIN 4 digit setelah dibuatkan akun. Kemudian, saat pengemudi tiba, pengguna harus memberikan kode PIN tersebut untuk memulai perjalanannya.

Sebelum di Karachi, satu tahun lalu, di Kairo, Mesir sudah memiliki Pink Taxi untuk para perempuan. Taksi ini menjanjikan keamanan dalam perjalanan pengguna perempuan di Kairo. Tak berbeda jauh dengan PAXI di Karachi, Taksi pink di Kairo ini menggunakan seragam berwarna merah muda (pink), menggunakan make-up atau riasan berwarna pink, hijab pink dan cat kuku pun berwarna pink serta, mengambil penumpang perempuan yang sudah memesan saja.

plinplan.net
plinplan.net

“Saya melihat bahwa masyarakat membutuhkan transportasi yang aman untuk perempuan, dan saya mulai berpikir apa yang bisa saya berikan,” kata Reem Fawzy, pendiri Pink Taxi.

Walaupun hanya seorang supir taksi, dalam kebijakan di Pink Taxi, para pengemudi selain perempuan juga harus bergelar sarjana, bisa berbahasa Inggris dan memiliki pengamalan mengemudi mobil di Kairo minimal dua tahun. Pada Pink Taxi, dilengkapi dengan GPS, kamera serta tombol SOS yang dapat menghentikan kendaraan dan mengirimkan tanda peringatan ke pool Pink Taxi bila terjadi keadaan darurat.

Dengan pelayanan mobil limousine, tarif Pink Taxi ini juga lebih mahal dibandingkan dengan taksi lainnya. Tak hanya untuk keamanan taksi ini sebenarnya bukan untuk membedakan gender perempuan dengan laki-laki. Fawzy menambahkan, Pink Taxi miliknya ini hanya untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang perempuan dan kedepannya tergantung para perempuan akan memilih yang mana.

Sebelumnya Indonesia juga memiliki Lady Jek, aplikasi milik anak bangsa ini sempat booming karena hanya mengakut penumpang perempuan dan pengemudi juga seorang perempuan. Helm dan jaket yang digunakan juga berwarna pink.

Sayangnya ojek khusus perempuan ini tak bertahan lama hanya dalam waktu satu tahun sejak kemunculannya di tahun 2015 lalu, Lady Jek menghilang bak ditelan bumi. Dan muncul ojek Syar’i, ojek ini sama dengan Lady Jek yang hanya mengangkut penumpang perempuan. Nasibnya pun kini sama dengan Lady Jek yang tidak jelas kabarnya.