Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas

0
Sumber: Qantas

Flag carrier Negeri Kangguru, Qantas Airways dan anak perusahaannya yang menggeluti sektor penerbangan berbiaya rendah, Jetstar dikabarkan akan memberhentikan penggunaan boarding pass berbahan dasar kertas dan beralih menggunakan sistem digital pada tahun 2019 ini. Langkah yang ditempuh kedua maskapai ini merupakan perwujudan dari upaya mereka untuk meminimalisir limbah kertas.

Baca Juga: Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Jika benar-benar rampung, maka Qantas dan Jetstar akan menjadi maskapai pertama di dunia yang mendaur ulang dan membuat kompos dari 75 persen limbahnya pada akhir tahun 2021 mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (21/2/2019), seorang juru bicara dari Qantas mengatakan bahwa perubahan regulasi ini akan menyasar baik penerbangan domestik maupun internasional.

Tidak hanya boarding pass saja ternyata yang akan diganti oleh Qantas dan Jetstar, bahkan plastik sekali pakai akan diubah dengan menggunakan alternative packaging, gelas bekas kopi akan didaur ulang, pun dengan seragam lama pegawai yang juga akan didaur ulang dan sisa makanan yang akan dijadikan kompos oleh perusahaan – setidaknya hal-hal tersebutlah yang akan diimplementasikan oleh perusahaan di tahun ini.

Sejumlah pengoperasian manual pun akan mengalami digitalisasi, seiring dengan perubahan bentuk dari boarding pass seperti yang sudah disebutkan di atas.

CEO dari Qantas Group, Alan Joyce mengungkapkan rencana ini bertepatan dengan pencapaian setengah tahunan perusahaan.

“Jika dirata-ratakan, kami menerbangkan sekira 50 juta penumpang setiap tahunnya, dan kami menangani lebih dari 30.00 ton sampah. Angka tersebut hampir setara dengan 80 unit armada Boeing 747,” ujar Alan.

“Ini benar-benar angka yang sangatlah banyak, dan kami memiliki tanggung jawab terhadap pelanggan kami, pemegang saham, dan masyarakat untuk mereduksi angka limbah tersebut,” tandasnya.

Diketahui, Qantas tidak lagi menggunakan plastik pembungkus piyama dan headset – pun dengan sedotan plastik, “Bahkan kartu Frequent Flyer yang berbahan dasar plastik akan menjadi digital di masa yang akan datang,” terang Alan.

Baca Juga: Semakin Terpuruk, Airbus Terima Pembatalan Pesanan A380 dari Qantas Airways

Qantas memiliki rencana untuk menghentikan penggunaan dari 100 juta barang berbahan dasar plastik sekali pakai setiap tahunnya. Sementara untuk 45 juta gelas plastik, 30 juta peralatan makanan, 21 juta gelas kopi, dan empat juta headset covers akan digantikan dengan bahan alternatif yang berkelanjutan pada akhir tahun depan.

“Kami akan meminta bantuan kepada kru, pelanggan, pemasok dan regulator untuk membantu kami guna mewujudkan rencana ini.” tutup Alan.

 

Leave a Reply