Teknologi Skrining Baru di Bandara: Tak Perlu Lepas Sepatu!

0
Teknologi skrining sepatu di bandara. Foto: Andrea Starr | Pacific Northwest National Laboratory

Beberapa bandara bertaraf internasional selalu melakukan pemeriksaan sedetail mungkin untuk memperkecil kemungkinan ada barang selundupan. Bahkan, tak jarang ada pihak keamanan bandara yang meminta turis asing untuk melepas pakaian juga sepatu yang dikenakan.

Baca juga: Timeline Teknologi Body Scanner di Bandara, dari Isu Gender Hingga Cegah Corona

Saat sedang terburu-buru, tentu ini akan sangat merepotkan dan membuat pergerakan Anda terhambat. Waktu Anda pun banyak terbuang di sini.

Bagi petugas, penumpukan penumpang yang menanti di skrining bukan hanya membuat tak nyaman, melainkan juga menjadi celah para oknum penumpang untuk mempelajari situasi dan kondisi untuk bisa menyelundupkan barang ilegal. Tetapi, itu dulu. Sekarang sudah ada teknologi mutakhir untuk menghindari itu.

Teknologi pemindai sepatu yang baru dikembangkan oleh U.S. Department of Energy’s Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), melalui pendanaan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), ditambah peningkatan teknologi pemindaian tubuh (body scanner), penumpang dijamin bakal sampai di gate lebih cepat tanpa perlu membuka sepatu.

Kedua teknologi tersebut saat ini tengah diproses kembali oleh perusahaan keamanan Liberty Defense Holdings sebelum di pasang di berbagai bandara di AS. Rencananya, shoes scanner atau alat pemindai sepatu serta body scanner mutakhir yang lebih canggih hasil pengembangan PNNL itu baru akan tersedia di bandara mulai 18 bulan ke depan.

Cara kerjanya cukup mudah. Penumpang diminta untuk berdiri di tempat sudah ditentukan selama dua detik dengan tetap mengenakan sepatu. Gelombang elektromagnetik dari shoes scanner kemudian akan mengambil gambar bagian bawah dan dalam sepatu.

Dengan demikian, hampir bisa dibilang mustahil ada barang ilegal yang lolos dari skrining sepatu ini dan meminimalisir ancaman terorisme di dunia penerbangan.

Upaya meloloskan barang ilegal, berbahaya maupun tak berbahaya, bukan sekali dua kali terjadi. Pada bulan Desember 2001, tiga bulan setelah serangan teroris 9/11, Richard Reid berusaha meledakkan bahan peledak yang disembunyikan di sepatu ketsnya dalam penerbangan American Airlines dari Paris ke Miami.

Ketika itu, sebagaimana dikutip dari axios.com, upaya terorisme di dunia penerbangan itu berhasil digagalkan oleh penumpang. Pesawat pun berhasil mendarat dengan selamat dan penumpang tersebut berhasil diamankan petugas tanpa perlawanan.

Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Sejak tahun 2006, penumpang pesawat diharuskan untuk melepas sepatu sebelum melewati body scanner kecuali mereka sudah melewati TSA Pre-Check.

Meskipun teknologi tersebut baru tersedia di AS, bukan tak mungkin ke depan teknologi pemindai sepatu akan hadir di banyak bandara di seluruh dunia; termasuk Indonesia.

LEAVE A REPLY