Terdampak Bird Strike, Cathay Pacific Terpaksa Return to Base

Boeing 777-300 milik Cathay Pacific. Sumber: Wikipedia

Flag Carrier Hong Kong, Cathay Pacific terpaksa mengambil inisiasi untuk Return to Base setelah salah satu armada Boeing 777-300nya mengalami kendala saat tengah mengudara. Armada dengan nomor penerbangan CX198 ini dikabarkan mengalami bird strike ketika tengah melakoni penerbangan berjadwal dari Auckland menuju Hong Kong. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden yang cukup membuat jantung penumpang berdegup kencang ini.

Baca Juga: Bird Strike Paksa AirAsia QZ104 ‘Return to Base’ di Bandara Kualanamu

Sebagaimana yang disarikan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang juru bicara dari Airways NZ, Emma Lee mengatakan bahwa Cathay Pacific CX198 ini bertolak dari Bandara Internasional Auckland pada Kamis (10/1/2019) sekira pukul 15.51 waktu setempat. Pada awalnya, penerbangan berjalan normal dan pesawat dinyatakan dapat melakukan take-off dari runway 23L.

Tak lama setelah mengudara, pesawat lalu menghantam segerombolan burung – yang berdampak pada kerusakan pada bagian mesin. Awalnya, sang pilot masih berusaha untuk menaikkan ketinggian pesawat, namun sayang, si burung besi ini malah stuck di FL250 (Flight Level 250 atau yang setara dengan ketinggan 7.620 meter). Melihat kondisi seperti ini tidak memungkinkan bagi pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Hong Kong, sang pilot akhirnya mengambil keputusan untuk membuang sebagian bahan bakar dan melakukan Return to Base.

Selama menunggu proses verivikasi dari pihak Air Traffic Control (ATC), pesawat ini berputar mengelilingi North Island – terlacak oleh aplikasi flight tracking. Lalu pada pukul 16.30 waktu setempat, atau berselang 90 menit setelah take-off, akhirnya pesawat ini diijinkan untuk mendarat kembali di Bandara Internasional Auckland.

Lebih lanjut, Emma Lee mengatakan bahwa tidak ada yang mengindikasikan insiden ini sebagai situasi darurat, mengingat sang pilot tidak meminta arahan untuk melakukan pendaratan darurat atau pendaratan prioritas (priority landing).

Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Patut diketahui, sebelum melakukan pendaratan darurat atau pendaratan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, pesawat harus terlebih dahulu membuang muatan bahan bakar mereka, dengan alasan tidak bisa membawa muatan bahan bakar terlalu berat saat mendarat.

Pasca kejadian, pihak Cathay Pacific yang langsung meninjau ke lokasi kejadian enggan berkomentar lebih jauh karena mereka belum mengetahui sejauh mana kerusakan yang dialami oleh armada Boeing 777-300 tersebut.

“Kami akan mendatangkan tim khusus untuk meninjau kerusakannya,” tutur pihak Cathay Pacific.