Terdampak Penutupan Bandara Lombok, Calon Penumpang Mendapat Diskon Hotel 20-30 Persen

0
Sumber: shutterstock

Berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) B8909/17 yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 30 November 2017 yang mulai pukul 10.37 WITA sampai pukul 00.00 WITA menyebabkan enam puluh sembilan penerbangan di Bandara Lombok batal terbang. Dan sebagai bentuk kepedulian dari otoritas bandara dan elemen pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, para calon penumpang yang terdampak penundaan jadwal terbang akan mendapatkan diskon hotel.

Baca juga: Debu Vulkanik Gunung Agung Mengarah ke Selatan dan Tenggara, Bandara Lombok Kembali Ditutup

Pembatalan 69 penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdiri dari 67 penerbangan domestik dan 2 penerbangan internasional. Jika dihitung sejak Senin (27/11) hingga Kamis (30/11), maka terdapat pembatalan total 166 penerbangan di mana pada Senin (27/11) terdapat pembatalan 47 penerbangan, Selasa (28/11) terdapat pembatalan 36 penerbangan, dan Rabu (29/11) terdapat pembatalan 14 penerbangan.

Adapun maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan domestik (keberangkatan) pada Kamis (30/11) ini yaitu Garuda Indonesia (11 penerbangan), Citilink (3 penerbangan), Lion Air (10 penerbangan), Wings Air (4 penerbangan), Batik Air (4 penerbangan).

Sementara itu maskapai yang membatalkan penerbangan domestik (kedatangan) yaitu Garuda Indonesia (11 penerbangan), Citilink (3 penerbangan), Lion Air (17 penerbangan), Batik Air (4 penerbangan). Sedangkan maskapai yang membatalkan penerbangan internasional adalah Air Asia.

Baca juga: Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

“Untuk memfasilitasi calon penumpang yang gagal berangkat, Angkasa Pura I Cabang Bandara Lombok bersama Dinas Pariwisata setempat dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, berkomitmen untuk memberikan diskon hotel sebesar 20-30 persen kepada calon penumpang. Angkasa Pura I berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan kepada calon penumpang, terutama pada saat terjadinya force majeur,” kata Israwadi.

Leave a Reply