Ternyata Boeing 777 Sempat Dirancang dengan Konsep “Trijet”

0
Boeing 777-300ER China Eastern Airlines. Sumber: Business Traveller

Selain keluarga Boeing 737 yang kini sedang terjungkal akibat jatuhnya dua unit varian 737 MAX 8, produsen kedirgantaraan asal Amerika Serikat ini juga sejatinya memiliki varian lain yang juga tercatat sebagai salah satu pesawat paling sukses di dalam sejarah penerbangan. Adalah Boeing 777, yang hingga saat ini masih berjibaku guna mematok kedigdayaan di sektor pesawat wide-body. Tentu Anda semua sudah tidak asing lagi dengan varian pesawat ini, bukan? Tapi, tahukah Anda bahwa mulanya pesawat ini dirancang untuk bisa terbang dengan menggunakan tiga buah mesin?

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (21/10), Boeing 777 sejatinya membawa perubahan besar pada sektor dirgantara global, dengan pertama kali moda ini beroperasi dengan menggunakan livery United Airlines pada tahun 1995 silam. Penggunaan pesawat ini menandai era baru penerbangan twin engine, dimana suara yang dihasilkan lebih tenang, lebih efisien, lebih ekonomis, dengan jangkauan yang lebih jauh. Walaupun, peluncuran Boeing 777 kala itu yang diwakilkan oleh seri 777-200LR ini seolah menjadi lonceng kematian bagi Boeing 747 yang tentu saja kalah saing dengan triple seven.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pada mulanya Boeing 777 dirancang untuk menggunakan tiga mesin jet (trijet). Kala itu, teori menyebutkan bahwa semakin banyak mesin yang digunakan, maka semakin baik pula performa pesawat ketika mengudara. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya pengembangan Boeing 777 dengan tiga mesin ini urung dilaksanakan.

Andai saja kala itu perusahaan tetap bersikukuh untuk tetap menggunakan tiga mesin jet, maka bukan tidak mungkin apabila Boeing 777 akan menjadi rival bagi pesawat rilisan McDonnel Douglas asal Amerika Serikat, MD-11 dan DC-10. Mungkin karena alasan sama-sama barang Amerika, maka dari itu Boeing dengan varian 777 mengalah kepada DC-10 yang sudah mulai mengudara secara komersial pada Agustus 1971.

Baca Juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

Hingga saat ini, pesawat wide-body yang menggunakan tiga mesin jet paling kondang di dunia masih disandang oleh MD-11 dan DC-10, dan mungkin tidak akan tergantikan dalam waktu dekat ini – karena hampir semua burung besi yang tengah dirancang kini masih berpaku pada penggunaan dua mesin yang mampu melakoni peran sama atau bahkan melebihi pesawat trijet.

Leave a Reply