Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

0
Sumber: Related Search

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang akrab disingkat KLM merupakan salah satu maskapai tertua di dunia. Ya, maskapai yang liverynya didominasi warna biru langit ini didirikan pada tahun 7 Oktober 1919 oleh seorang letnan aviasi muda bernama Albert Plesman. Tahukah Anda bahwa armada-armada yang beroperasi untuk KLM ini memiliki namanya masing-masing? Sebut saja Airbus A330 pertama KLM diberi nama De Dam, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Inilah Sejumlah Fakta Unik dari Flag Carrier Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines!

Wah, kira-kira ada cerita unik apalagi ya dari flag carrier Belanda ini? Ladies and Gentlemen, fasten your seatbelt, karena KabarPenumpang.com akan membahas tentang fakta-fakta unik yang tersimpan di dalam tubuh KLM, dirangkum dari berbagai laman sumber.

Penerbangan Antar Benua Pertama
Menurut tebakan Anda, kira-kira kemana penerbangan antar benua pertama KLM? Amerika? Salah! Jawaban yang benar adalah ke Indonesia. Ya, pada 1 Oktober 1924, KLM melakukan penerbangan antar benua pertama menuju Batavia (Jakarta). Kala itu, pesawat diterbangkan oleh pilot Van der Hoop dan menggunakan armada Fokker F.VII dengan nomor registrasi H-NACC.

Lima tahun berselang, tepatnya pada September 1929, KLM melakoni penerbangan berjadwal antara Amsterdam dan Jakarta. Seiring berkembangnya jaman dan meningkatnya permintaan, KLM lalu memperkenalkan armada Douglas DC-2 sebagai burung besi yang melayani penerbangan menuju Jakarta pada tahun 1934.

Pelanggan Setia Fokker
Kendati kini sudah tidak menggunakan lagi pesawat ‘bermerk’ Fokker, namun KLM tercatat pernah menjadi maskapai yang mengoperasikan Fokker terbanyak di dunia. Sejak tahun 1920 hingga 1946, sejumlah armada Fokker mulai dari F.II, F.III, F.IX, F.VII, F.XVII, hingga F.XXXVI pernah menggunakan livery KLM. Karena tingginya tuntutan efisiensi di berbagai aspek, KLM memutuskan untuk berhenti menggunakan armada Fokker dan menggantikannya dengan fleet dari Embraer yang terkenal lebih efisien dari segi bahan bakar.

Baca Juga: Japan Airlines, Flag Carrier Jepang yang Jadi Pengguna Terbanyak Boeing 747 di Asia

Mengoperasikan Penerbangan Terjauh dan Terpendek
Bersandingdengan anak perusahaannya, KLM Cityhopper, KLM Group mengoperasikan penerbangan terjauh dan terpendek. Untuk yang terjauh, KLM memiliki rute Amsterdam – Bali dengan jarak kurang lebih 12.000km. Alih-alih melakoni penerbangan langsung, KLM lebih memilih untuk melakukan pemberhentian singkat di Singapura.

Sementara untuk penerbangan terpendek, KLM Cityhopper mengoperasikan rute Amsterdam – Brussels yang terpaut jarak hanya 180km saja. Jika dibandingkan, satu penerbangan terjauh KLM setara dengan 68 penerbangan di rute terpendeknya. Unik ya!

 

Leave a Reply