Terowongan MRT Marmaray, Hubungkan Antara Asia dan Eropa dari Bawah Laut

Sumber: suyapi.com.tr

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar ada sebuah terowongan bawah yang menghubungkan benua Eropa dan Asia? Tentu jawabannya akan sangat beragam. Ada yang skeptis, bahkan ada pula yang tidak percaya. Tapi percayalah, terowongan bawah tanah seperti ini benar-benar ada, tepatnya di Turki dan sudah beroperasi sejak beberapa tahun yang lalu. Wah, kira-kira seperti apa ya penampakannya?

Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah Terowongan Marmaray, yang merupakan bagan dari proyek pembangunan transportasi rel di Ibu Kota Turki, Istanbul ini disebut-sebut sebagai terowongan penghubung dua benua. Lalu, berapa panjang dari terowongan ini? Tidak terlalu panjang kok, hanya 1,4 km saja. Tentu sebagian dari Anda akan kebingungan bagaimana bisa sebuah terowongan yang panjangnya hanya 1,4 km dapat menghubungkan dua benua.

Jawabannya sangatlah sederhana. Lantaran kota Istanbul terbagi ke dalam dua wilayah, sebagian masuk ke dalam teritorial benua Eropa, sedangkan yang lainnya masuk ke dalam teritorial benua Asia. Ada pun yang memisahkan keduanya adalah Selat Bosporus. Dilansir dari laman news.com (30/10/2013), Terowongan Marmaray memiliki panjang total 13,6 km dengan bagian yang berada di bawah laut sepanjang 1,4km.

Sumber: youtube.com

Bukan untuk kendaraan darat seperti mobil, bus, atau sepeda motor, Terowongan Marmaray dikhususkan untuk Mass Rapid Transit (MRT) Turki. Diresmikannya terowongan ini oleh Perdana Menteri Turki kala itu, Recep Tayyip Erdogan pada 29 Oktober 2013 silam merupakan realisasi dari Kekhalifahan Usmaniyah, dimana pada 150 tahun lalu sudah bermimpi akan ada terowongan bawah laut yang bisa menghubungkan kedua benua ini.

Tidak hanya letak geografisnya saja yang menghubungkan dua benua, tapi Terowongan Marmaray juga diklaim sebagai tempat teraman di Ibu Kota Turki. “Ini adalah tempat teraman di Istanbul, karena dapat menahan gempa berkekuatan sembilan skala richter,” ungkap Menteri Perhubungan Turki pada tahun 2013 silam, Binali Yildirim.

Baca Juga: India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah Airnya

Adapun terowongan yang menghubungkan Kazlıçeşme, Zeytinburnu di Eropa dan Ayrılıkçeşmesi, Kadıköy di Asia ini menelan dana yang cukup fantastis, yaitu sekitar 3 miliar Euro atau yang setara dengan Rp45,7 triliun.

Sesuai dengan yang sudah direncanakan di awal, pembangunan terowongan ini dijadwalkan rampung dalam waktu empat tahun. Namun karena di tengah pengerjaannya ditemukan sejumlah artefak berusia 8.500 tahun, dan perlu diselamatkan. Akhirnya sembilan tahun berselang setelah memulai pekerjaan awal, terowongan yang dioperasikan oleh TCDD Taşımacılık ini disambut antusias warga Turki, khususnya warga Istanbul.