Terungkap! Walau Maskapai Krisis Keuangan, Gaji Pilot Tetap Selangit

0
Ilustrasi pilot. Foto: istimewa

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS), Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) belum lama ini mengeluarkan Buku Pegangan Outlook Pekerjaan 2020. Dalam outlook tersebut, fakta pilot maskapai penerbangan bergaji tinggi -sekalipun maskapai sedang mengalami krisis keuangan di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang ini- pun terungkap.

Baca juga: (1) Hidup Bak ‘Raja’, Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Dalam setahun, rata-rata pilot, termasuk insinyur penerbangan dan kopilot, di AS memperoleh gaji sebesar US$160.970 atau sekitar Rp2,2 miliar (kurs 14.271) sepanjang 2020, atau hampir empat kali lipat gaji atau upah rata-rata semua pekerja di AS, yang hanya membawa pulang rata-rata US$41.950 atau Rp598 juta (kurs 14.271) per tahun.

Perlu di catat, BLS tidak menghitung berbagai tunjangan atau per diem pay airline pilot, kopilot, dan insinyur penerbangan; termasuk tunjangan international flight. Bila digabung dengan itu semua serta potensi pendapatan secara keseluruhan, terbayang bukan berapa gaji atau uang yang dibawa pulang pilot per bulan atau per tahunnya?

Pada Mei 2020, upah tahunan rata-rata untuk pilot maskapai penerbangan, kopilot (first officer), dan insinyur penerbangan (flight engineer) tertinggi di kategori penerbangan atau transportasi udara berjadwal sebesar US$173.780 atau Rp2,4 miliar per tahun.

Sedangkan untuk pilot, kopilot, dan insinyur penerbangan di kategori penerbangan atau transportasi udara tidak berjadwal mendapat gaji tahunan rata-rata sebesar US$117.030 atau Rp1,6 miliar.

Lebih spesifik lagi, data BLS 2020 yang dikutip Flying Mag, menunjukkan gaji rata-rata tahunan di kategori pilot komersial, mulai dari penerbangan tidak berjadwal, berjadwal, charter, joy flight atau tamasya udara, dan aerial application, termasuk pilot helikopter, sebesar US$93.300 atau Rp1,3 miliar.

10 persen terendah dari mereka mendapat gaji US$47.570 ATAU Rp677 juta dan 10 persen tertinggi membawa pulang gaji US$200.920 atau Rp2,8 miliar.

Di AS, pemerintah federal mengatur bahwa pilot maskapai penerbangan rata-rata terbang 75 jam per bulan dan tambahan 150 jam per bulan untuk melakukan berbagai aktivitas pra penerbangan, seperti mengecek kondisi cuaca, menyiapkan rencana penerbangan, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, banyak versi berapa gaji pilot per bulan. Ada yang menyebut Rp100 juta per bulan, Rp60 juta, Rp100-150 juta per bulan, bahkan di atas Rp10 juta per bulan.

Adapun pendapatan real dan bersihnya, setelah ditambah tunjangan dan lain-lain memang tak pernah terungkap. Tetapi, itu semua bisa dilihat dengan glamoritas kehidupan pilot yang erat dengan segala hal tentang kemewahan.

Hanya saja, gaji besar pilot menjadi tanda tanya di tengah krisis keuangan berbagai maskapai dalam negeri, khususnya Garuda Indonesia.

Menurut sumber KabarPenumpang.com, di tengah krisis keuangan maskapai, Garuda disebut masih mempertahankan skema minimum guarantee hour (MGH) atau terbang tidak terbang tetap dibayar. Celakanya, MGH itu dipatok terlalu tinggi dan terus memberatkan maskapai.

Baca juga: (2) Hidup Bak ‘Sultan,’ Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Selain itu, MGH juga tak adil mengingat seluruh karyawan, dari yang tertinggi sampai yang paling bawah, dikenai pemotongan gaji untuk menyehatkan keuangan maskapai. Direktur Utama Garuda Indonesia saat ini, Irfan Setiaputra, disebut tak berani melawan posisi strategis pilot yang bila tiba-tiba mogok sudah pasti maskapai bakal kalang kabut.

Terkait MGH, redaksi KabarPenumpang.com sendiri sebetulnya sudah menanyakan langsung dengan Irfan Setiaputra dan hanya dijawab, “Kita beresin (dengan) cara lain”.