Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono

Siapa sih yang tidak ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya ketika membuka suatu usaha? Nampaknya stigma ini sudah tertanam di benak setiap orang ya. Sama halnya seperti PT MRT Jakarta (PT MRTJ) yang ingin mendapatkan laba sebesar-besarnya, tanpa harus main ‘kotor’. Jika mengandalkan penjualan tiket perjalanan saja, apa itu sudah bisa balik modal? Mungkin bisa, tapi membutuhkan waktu yang sangat lama.

Baca Juga: Koneksikan Gedung dan Stasiun, Akankah Interkoneksi MRT Jakarta ‘Secanggih’ di Singapura?

Lalu, apa saja siasat yang dilakukan oleh William Sabandar cs dalam mengeruk laba dari model sarana transportasi perdana di Indonesia ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun empat sumber penghasilan PT MRTJ ketika sudah beroperasi pada 2019 mendatang ini, dikutip dari laman idntimes.com (30/7/2018).

Iklan di Stasiun dan Kereta
Tidak bisa dipungkiri, pemasangan iklan di sejumlah titik strategis akan mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi PT MRTJ. Untuk pengiklan sendiri, PT MRTJ akan membuka lelang. “Nanti Anda lihat di stasiun, di kereta di mana-mana, dipasang advertisement, itu adalah potensi revenue MRT Jakarta,” ujar William Sabandar.

Retail di Area Stasiun
Kelak ketika sudah beroperasi, Anda akan menjumpai sejumlah retail di stasiun-stasiun MRT. Dengan menggunakann sistem sewa, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan bahwa PT MRTJ kini tengah menyeleksi proposal dari sejumlah calon tenant atau penyewa.

“Target kita di Agustus akan terkumpul dan di September kita umumkan pemenang siapa saja brand dan merek apa saja yang akan isi stasiun kita,” katanya. Dengan cara seperti ini, jelas PT MRTJ akan mengantongi keuntungan lebih. Tapi tidak sembarang orang bisa menyewa tempat di stasiun MRT lho! Agung mengatakan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, “Harus unik, harus beda dengan yang di mall. Standar kebersihan, pelayanan, dan keamanan kita tetapkan seperti itu. Tapi keunikan jadi syarat kriteria evaluasi,”

Penamaan Stasiun
Masih ingat dengan cerita dibalik penamaan Stasiun BNI City yang dulunya bernama Stasiun Sudirman Baru (Kereta Bandara)? PT MRTJ juga nampaknya akan menempuh jalan yang sama dengan PT Railink. “Stasiun kita bisa diberi nama sponsor. Misal bundaran Hotel Indonesia apa. Saya gak mau sebut dulu, tergantung siapa yang berani bayar mahal,” ucap Agung.

“Kita lakukan e-auction dan siapakan aturannya. Target di bulan Agustus kita mulai. Jadi nanti nama perusahaan atau merek di lokasi stasiun itu bisa bawa dampak kontribusi ke MRT,” tandasnya. Cara yang digunakan pun masih sama dengan pengadaan retail di dalam stasiun, yaitu dengan sistem lelang.

Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

Sistem Telekomunikasi
Melalui cara ini, nantinya PT MRTJ akan bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi dalam penyediaan layanan internet seperti WiFi yang bisa digunakan masyarakat. Nantinya perusahaan telekomunikasi akan diminta ikut lelang.

“Jadi Anda bisa menggunakan WiFi di (jalur) bawah. Itu revenue untuk kita. Karena kita siapkan infrastruktur (kerja sama PT MRTJ dengan Tower Bersama) dan minta provider ikut lelang, kita bisa dapat penawaran terbaik dengan harga yang paling baik. Itu pemasukan,” tutur William.