Tidak Ikut Euforia, Lufthansa Masih Pikir-Pikir untuk Pesan Airbus A321XLR

Sumber: Dezeen

Setelah resmi diluncurkan pada perhelatan Paris AirShow 2019, varian terbaru dari Airbus, A321XLR langsung dihujani pesanan oleh pihak maskapai dari berbagai penjuru dunia. Ya, hadirnya Airbus A321XLR ini seperti menjawab semua keinginan pihak maskapai yang mengharapkan adanya pesawat narrow-body yang mampu merengkuh penerbangan jarak jauh. Saking masifnya pemberitaan soal keunggulan dari Airbus A321XLR ini, pihak Kenya Airways sampai-sampai menyebutkan bahwa produk ini sebagai game changer.

Baca Juga: Tersebar Isu Soal Kenyamanan Penumpang, Terlalu Dinikah Airbus Luncurkan A321XLR?

Sebut saja Aer Lingus, American Airlines, Frontier, Iberia, JetBlue, JetSMART, Jetstar, Qantas, hingga Wizz Air telah mencatatkan nama mereka di buku daftar pesanan pesawat yang memiliki daya jangkau hingga 4.700 nautical miles ini. Menurut pihak Airbus sendiri, pesawat ini akan mulai memasuki masa pengoperasian komersial pada tahun 2023 mendatang.

Tapi di balik euforia yang terjadi pada sebagian maskapai mengenai hadirnya Airbus A321XLR ini, raksasa penerbangan asal Eropa, Lufthansa agaknya sedikit membutuhkan waktu untuk memutar otak sebelum mencatatkan namanya di buku pesanan Airbus.

“Sebenarnya, Airbus A321XLR bisa saja dioperasikan pada jaringan kami, tapi pandangan saya tentang A321XLR itu adalah produk khusus, dan menurut pandangan saya, itu tidak akan berperan sebagai game changer,” ujar CEO dari Lufthansa, Carsten Spohr, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman onemileatatime.com (25/6/2019).

Mungkin pernyataan dari Carsten ini terdengar sedikit berbeda dengan kebanyakan maskapai, karena CEO dari Lufthansa ini beranggapan bahwa dirinya akan merasa tidak nyaman jika mengudara lebih dari empat jam dengan menggunakan pesawat narrow-body.

Mungkin sebagian dari Anda akan memiliki pendapat yang sama dengan Carsten, namun bisa juga tidak. Ya, setiap pesawat memang memiliki peruntukannya masing-masing. Ada yang memang ditujukan untuk menghadirkan kenyamanan tingkat tinggi dan daya angkut yang juga banyak (seperti Airbus A380, Boeing 787 Dreamliner), ada pula yang memang ditujukan untuk menempuh perjalanan jarak pendek dengan kapasitas angkut penumpang yang tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Qantas Pesan 36 Unit Airbus A321XLR, Mulai Diterima Pertengahan 2024

Nah, hadirnya A321XLR seolah menjadi jembatan dari dua jenis pesawat tersebut – mereka bisa menempuh perjalanan jarak jauh, tapi dengan daya angkut yang tidak terlalu banyak. Setidaknya, pihak produsen pesawat sudah berusaha untuk mengembangkan apa yang selama ini diminta oleh sejumlah maskapai – dan A321XLR adalah hasil dari kembangan tersebut.

Memang, kebijakan setiap perusahaan jasa penerbangan akan selalu berbeda dalam menanggapi sebuah inovasi yang hadir, dan mungkin Lufthansa memiliki perhitungannya sendiri terkait hadirnya Airbus A321XLR dalam persaingan moda udara.