Tips dan Trik Fotografi dari Dalam Kabin Pesawat

Foto di langit Medan pada pesawat Linon Air JT369 saat akan mendarat dan lampu kabin mati (KabarPenumpang.com)

Sebagai seorang penggemar fotografi, Anda pasti suka dengan segala tempat untuk diabadikan. Terkadang pun tempat yang manusia awam tak jeli, bagi para pecita fotografi tetap saja bisa mendapatkan angle atau posisi yang baik. Salah satunya seperti dalam pesawat terbang, ini kesempatan baik untuk Anda pecinta fotografi.

Baca juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

KabarPenumpang.com merangkum dan merasakan sendiri bagaimana mendapat sudut pandang dan sisi yang baik dalam pengambilan foto dalam pesawat. Sebab, tidak semua posisi tempat duduk Anda sebagai fotografer mendapatkan angle yang pas untuk mendapat foto terbaik. Sehingga untuk itu banyak yang tiba di bandara lebih cepat untuk mendapatkan tempat duduk di posisi terbaik seperti jendela.

Berikut beberapa tips dan trik yang bisa digunakan Anda penyuka fotografi saat berada di pesawat baik dalam perjalanan kondisi siang atau malam hari.

1. Tempat duduk strategis
Tempat yang strategis sangat bagus untuk sudut pandang pengambilan gambar. Artinya dengan ini Anda baiknya duduk tepat beresebelahan dengan jendela pesawat. Tetapi bila Anda berada di dekat jendela dan pas di bagian sayap, jangan pernah khawatir dengan sayap yang terlihat di kamera, sebab terkadang, sayap memberikan sentuhan sendiri saaat difoto. Bila Anda mendapat tempat di bagian depan pesawat atau pas di belakang ruang kendali, gambar yang diambil pun bisa sama baiknya.

2. Setting kamera
Gunakan dengan shutter speed yang cepat sebab, gambar yang dihasilkan bisa lebih baik diatas 1/250 dengan bukaan f/8 dan ISO sedang untuk cuaca pagi atau siang. Untuk malam hari naikkan ISO hingga paling tinggi, dengan bukaan f/3,5 atau f/5,6 bisa digunakan. Biasanya memang kecepatannya tidak terlalu tinggi apalagi getaran pesawat yang terkadang bisa membuat gambar ada shaking alias blur tidak fokus. Untuk tetap mendapat gambar yang baik, Anda bisa tetap fokus dan tak bergerak dari posisi.

3. Posisi lensa sejajar jendela
Letakkan lensa kamera Anda sejajar dengan jendela adalah hal terbaik yang bisa digunakan. KabarPenumpang.com pernah mencoba untuk menempelkan lensa ke jendela, hasil foto bukannya bagus melainkan justru blur atau tidak fokus sebab, getaran pesawat yang cukup tinggi. Baiknya memang hanya sejajarkan dan posisikan ke arah mana fokus Anda.

4. Manual fokus
Ini yang paling penting, sebab paling mudah untuk mendapat gambar yang bagus dan tidak blur. Dimana titik itu lebih baik dan Anda bisa memfokuskan sesuai keinginan Anda dibandingkan dengan menyetel pada auto focus, ini bisa membuat momen Anda hilang.

Saat landing di bandara Kualanamu dan kamera ditempelkan pada jendela pesawat dan gambar blur (KabarPenumpang.com)

5. Pantulan dari jendela
Karena setiap foto yang diambil di pesawat pasti melalui jendela, baiknya hindari pantulan atau bias dari jendela. Bila siang hari pantulan pastinya lebih terasa dibanding malam. KabarPenumpang.com, mencoba saat malam hari dan bisa dikatakan justru tidak ada pantulan dari jendela. Nah, hal ini baiknya dilakukan saat lampu kabin mati, sebab jendela benar-benar lebih bersih tanpa ada bias atau pantulan dan gambar yang dihasilkan bisa lebih eksotis.

6. Jagan pakai flash
Hindari flash saat memfoto dari pesawat, sebab bukannya memperbaiki keadaan, flash justru akan memperburuk keadaan. Dimana gambar yang dihasilkan justru bisa blur dan pemandangan yang didapatkan tak enak dilihat. Bukan hanya mengganggu pemandangan di gambar, flash juga bisa membuat para penumpang lainnya kaget.

Baca juga: Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”

7. Tunggu pesawat dalam kondisi menukik atau miring
Untuk hasil terbaik, biasanya pemandangan lebih dapat saat pesawat dalam kondisi menukik dan miring. Momen ini adalah momen berharga bagi para fotografer yang mencintai fotografi udara karena pemandangan pastinya lebih terlihat dibanding saat berada di angkasa dengan awan biasa. Gambar yang dihasilkan pastinya lebih baik saat landing atau take off.